Menanti Selfie dengan Pak Jokowi

Oleh : Aurelia Zely — Bagian 1 : Bagian 2 : Bagian 3 :

Kami senang bisa dapat tempat duduk tambahan yang disediakan pihak Season City di sayap kanan. Agak terhibur ketika Pak Abdul Karding, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’aruf berucap di atas panggung, bahwa semua peserta,( tidak hanya Undnagan dan VIP saja) akan berkesmpatan berselfie-ria dnegan Pak Jokowi. Jadi semua tamu diminta tidak berdesak-desakan.

Namun kenyataan tak sesuai harapan. Pukul 09.30, Pak Jokowi tiba di rungan acara. Sambutan yang sangat meriah dari seluruh masyarakat dayak diiringi musik beserta yelyel dibuat khusus untuk menyambut kedatangan Bapak Jokowi.

Seisi ruangan pun bersorak sorai, termasuk aku yang juga ikut menyambut dengan penuh gembira, karena aku untuk pertama kalinya bisa melihat langsung Bapak Ir.H.Jokowi Dodo. Waahhh….tidak disangka akhirnya aku bisa bertemu dan melihat langsung Pak Jokowi,yah..walaupun dengan jarak yang tidak begitu dekat.

Meski berada dalam satu ruangan, ternyata susah untuk melihat lebih dekat, karena banyaknya orang. Pandanganku agak terhalangi oleh posisi orang-orang yang duduk di samping dan di depan. Bapak Jokowi yang kutunggu-tunggu hanya bisa terlihat jelasnya dari layar yang ada di samping panggung.

Posisi tempat dudukku berada di sayap kanan, membuat aku sulit melihat Pak Jokowi dengan jelas. Jadi aku hanya bisa mencari waktu yang tepat agar bisa melihat lebih dekat sehingga bisa mendapatkan foto dengan jelas. Setelah selesai ses tamu VIP berselfi bersama Pak Jokow, baru beliau turun ke bawah panggung.

Sayang, Pak Jokowi hanya sampai di barisan tamu Undangan yang berada tepat di depan panggung. Di antara kerumunan orang, tampak Pak Jokowi pun sulit untuk bergerak. Kasian juga lihat Pak Jokowi kerepotan begitu  hehhehe.

Sampai akhirnya beliau meninggalkan ruangan pertemuan, pun masih dirangsek oleh warga Dayak yang minta selfie satu demi satu. Wew…. aku masih bertekad untuk mencoba bertemu dari dekat, mumpung Pak Jokowi masih berada di depan ruangan, dan bersalam-salaman dengan seluruh peserta dan undangan. Aku harus manfaatkan waktu ini sebaik mungkin,syukur-syukur bisa foto bareng… 🙂

Aku kejar terus sampai menyelip ke tengah-tengah kerumunan orang-orang yang juga ikut berjuang untuk bisa bersalaman dan berfoto bersama. Di tengah kerumunan aku sangat susah untuk bergerak,hanya bisa mencoba bertahan dari dorongan kerumunan orang. Tas ranselku sampai terjepit talinya tertarik 30cm,beruntungnya tali tasku tidak putus kalau rusak kan gawat!! hehehe… soalnya itu tas minjem dari mami.

Aku mencoba untuk merekam melalui video aja dengan cara mengangkat tangan setinggi mungkin ke arah dimana Pak Jokowi akan melintas. Cuma bisa pasrah aja kerumunan sebanyak itu menghalangi jarak,tidak ada lagi menyisakan kesempatan. Sampai Bapak Jokowi sudah keluar pintu hilang dari pandangan,mau melanjutkan mengejar keluar ruangan, rasanya  pupus harapan lagi untuk kedua kalinya,pintu ruangan ditutup dengan sigap oleh Paspampres, hingga akhirnya kerumunan mereda kami semua kembali ketempat duduk masing-masing.

Akhirnya aku hanya bisa mengecek melalui hasil video rekaman sendiri di Hp,sudah direkam dengan sepandai-pandainya. Alhasilnya,’’Ya Tuhan….. dapat wajah Pak Jokowinya sedikit banget..,taping gak apa-apa deh ,bisa bertemu langsung saja aku sudah sangat bersyukur. Meski  awalnya aku pikir, semudah bayanganku bisa bertemu langsung,bersalaman dan berfoto bersama,kapan lagi kan foto bareng Bapak Presiden. Tapi ternyata oh ternyata tidak semudah itu …walau sekadar menyentuh kemeja putih Pak Jokowi.

Sekian cerita pengalaman usahaku untuk bertemu Jokowi

Terimakasih,semogabisa menginspirasi pembaca sekalian 🙂

Bagian 1 : Bagian 2 : Bagian 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*