Saat Pastor Paroki Mengunjungi Warganya

Rumah dikunjungi Pastor paroki,sungguh sebuah sebuah peristiwa istimewa. Seperti kisah Zakheus yang menerima Yesus dengan sukacita ke dalam rumahnya.

Peristiwa itulah yang terjadi di Lingkungan RK Sanjaya (Richardus Kardis Sandjaja), Paroki St Yohanes Maria Vianey, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu 2 Maret 2019. Pastor Paroki RD Antonius Didit Soepartono,mengunjungi 4 rumah warga secara berturut-turut, dimulai di rumah keluarga Eryta Sihombing, kemudian keluarga BD Sijabat, berlanjut ke rumah keluarga T Saragih, dan diakhiri di rumah keluarga Michael Lyons.

Kunjungan ke rumah keluarga Michael Lyons di Jalan Bambu Wulung, sekitar 300 meter dari Gereja Katolik Anak Domba, sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Sementara kunjungan ke rumah 3 warga lainnya, dilakukan secara dadakan. Tak heran jika ada keluarga yang terkaget-kaget kedatangan tamu istimewa, sang pastor paroki.

Sekitar 35 orang umat RK Sanjaya,menghadiri acara ramah tamah dengan Romo Didit di rumah keluarga Michael Lyons.

“Tidak semua umat RK Sanjaya hadir. Tapi kita tetap bersyukur, karena di lingkungan RK Sanjaya ada 30 kepala keluarga,”ucap Romartha Gurning, Ketua Lingkungan RK Sanjaya.

Romo Didit mendengarkan berbagai cerita dari umat tentang sejarah berdirinya lingkungan RK Sanjaya. Mulai dari penuturan umat yang tergolong paling senior, yang biasa disapa “pak Jenderal” Soetrisno, karena ia memang pensiunan perwira tinggi TNI, yang turut berperan dalam terbentuknya ligkungan RK Sanjaya.

Juga tokoh senior lainnya, pak Edy yang rumahnya sangat dekat dengan gereja.

“Sebenarnya Pak dan Bu Edy ini sudah berpisah dari lingkungan RK Sanjaya. Setelah RK dimekarkan, dengan batas jembatan sebelum gereja dan belakang gereja masuk lingkungan Soegiyo Pranoto. Namun karena beberapa umat merasa terlalu jauh untuk berkegiatan dengan daerah Setu dan sekitarnya, ada umat yang ingin berkegiatan di RK dan sebagian enggan karena bukan terdaftar di lingkungan tersebut,”ujar Ny Gurning, Ketua Lingkungan.

Ibu Ketuling yang super aktif memimpin lingkungan RK Sanjaya ini juga mencurahkan uneg-unegnya, karena pengurus lingkungan tidak sepenuhnya melaksanakan tugas sesuai seksi yang ada.

“Dengan alasan kesibukan masing-masing,”ungkap Bu Gurning,.

Setelah berbincang-bincang dengan umat, malam Minggu itu, Romo Didit melakukan pemberkatan rumah keluarga Michael Lyons.

“Rasanya lega sekali, setelah 15 tahun tinggal di Bambu Apus, baru sekarang kesampaian cita-cita rumah diberkati,”ujar Christina Lomon Lyons, sang Nyonya rumah.

Romo Didit yang mulai bertugas di Paroki St Yohanes Maria Vianey sejak 8 Agustus 2018 ini mengatakan pemberkatan rumah adalah membuka diri keluarga yang menghuni rumah untuk berdoa dan menyadari kehadiran Allah, yang sudah ada dalam hidup mereka, dan senantiasa memberkati mereka dari saat itu sampai selama-lamanya. Sebelunnya Romo Didit sebagai Pastor pendamping di Seminari Wacana Bakti, sebuah seminari Katolik yang terletak di wilayah Keuskupan Agung Jakarta.

“Dengan pemberkatan rumah, kita mengundang Yesus datang di rumah ini. Kita berdoa agar kita mendapat perlindunganNya, lepas dari kekuatan-kkekuatan jahat, lepas dari sakit penyakit dan sebagainya. Agar Yesus selalu menjadi Raja yang kita sembah, dan menjadi pedoman bagi tingkah laku kita,” ucap Romo Didit.

Seperti Zakheus menerima Yesus dengan sukacita ke dalam rumahnya. Zakheus membuka hatinya untuk mendengarkan Sang Juruselamat berbicara. Zakheus memberikan dirinya untuk dipulihkan, diberkati, dan disembuhkan.

Seperti diungkap dalam Lukas 19:4-6 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon Ara untuk meliat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata:Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *