Loading...
English EN Indonesian ID
Borneo Bliss

DAYAK PERKKASA DI TANAH JAWA

Oleh : Julius Boy Bidayuh –

Salam persatuan khas masyarakat Dayak Kalimantan, “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Cubata,” berkumandang di Gedung Pusat Pengembangan Pekerti Luhur di kawasan Taman Wisata Kopeng Kabupaten Semarang. Salam persatuan dari bahasa Dayak Kanayatn itu diucapkan dengan lantang oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Keluarga Kalimantan Salatiga (PERKKASA).

Pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 tu, mahasiswa-mahasiswi asal Kalimantan di Salatiga yang tergabung dalam PERKKASA ini, menggelar malam keakraban yang mereka sebut MAKRAB. Sesuai makna semboyan Dayak yang berarti “kita harus bersikap adil dan jujur kepada sesama manusia, dengan mengedepankan perbuatan-perbuatan baik seperti di surga, berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa,” di malam itu Perkkasa juga mengikrarkan tetap setia pada Pancasila.

Perkkasa saat tampil di acara PSBDK di yoga

PERKKASA, beranggotakan mahasiswa-mahasiswi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga perantauan Kalimantan.

“Berawal tahun 1997 beberapa mahasiswa Dayak berkumpul, membentuk Ikatan Mahasiswa Dayak (IKADA) yang ditujukan bagi mahasiswa-mahasiswi yang beragama Kristen dan Katolik yang ada di Kota Salatiga,” tutur Willy, Sekretaris Perkkasa, mahasiswa FTi Universitas Kristen Satya Wacana asal Kalimantan Tengah ini.

Sejak tahun 2004 sampai sekarang, IKADA berganti nama menjadi PERKKASA. Anggotanya pun berkembang, mahasiswa-mahasiswi asal Kalimantan di Salatiga, dari berbagai etnis dan agama. Terdiri dari 106 anggota, 5 mahasiswa asal Kalteng, 2 dari Kaltim, 4 dari Kaltara, dan 95 asal Kalbar..

Perhimpunan ini dibentuk dengan misi menjalin solidaritas dengan etnis lain yang ada di Salatiga, memperjuangkan hak-hak mahasiswa asal Kalimantan di Salatiga, menyalurkan bakat dan kreativitas di dalam berkesenian, dan peduli terhadap isu-isu lingkungan hidup di Kalimantan.

Dlm rangka 28 oktober bersama mahasiswa Uksw asal kalbar kaltim kalteng kaltara.tgl 28 oktober 2017

Dan bertujuan membangun persatuan pemuda-pemudi Kalimantan yang ada di Salatiga,” ujar Willi.

Anggota Perkkasa ini rutin mengadakan pertemuan minimal 1 kali dalam seminggu untuk latihan kesenian musik dan tari daerah.

“Kami juga selalu ikut serta dalam kegiatan seni yang di laksanakan di lingkungan kampus. Seperti untuk kegiatan di bulan November 2017 Perkkasa turut berpartisipasi dalam GAWAI BUDAYA DAYAK di Jawa dalam acara Pentas Seni dan Budaya Dayak se Kalimantan (PSBDK), diselenggarakan oleh gabungan pelajar dan mahasiswa Kristiani yang ada di kota Yogyakarta.

“Sejak tahun 2005, Pekkasa mewakili Universitas Kristen Satya Wacana, tampil di Gawai Budaya Dayak di Yogyakarta. Bahkan pada tahun 2012 meraih predikat Juara Umum dalam acara pentas seni ini,” ujar Willy.

Kegiatan di Malam Keakraban
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor's Choice