Burung-Burung Pun Berkicau : “Jokowi Jokowi”

Oleh: Christina Lomon Lyons –

Bagian 1 : Bagian 2Bagian 3 : Bagian 4

Antusias warga Dayak menyambut kedatangan Jokowi di Grang Ballroom Season City Mal, Jakarta Barat, 26/1 bukan sandiwara. Buka sekadar pura-pura. Yakobus Kumis, Sekretaris Jenderal MADN (Majelis Adat Dayak Nasional), bahkan menegaskan, kicauan burung-burung pun seperti berbunyi,”Jokowi Jokowi”.

“Seperti hari ini, warga Dayak dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, bahkan Dayak dari Sabah dan Serawak datang berkumpul untuk bisa bersilaturahmi dengan Pak Jokowi,”ujar Yakobus Kumis.

Tarian adat Dayak kemudian disuguhkan sebuah Sanggar Seni Dayak yang dipimpin Jeffry, pemuda asal Kalimantan Timur, menyambut Joko Widodo di pintu masuk Grand Ballroom, Sabtu pagi itu. Jokowi kemudian memasuki ruangan didampingi Pramono Anung, Sekretaris Kabinet Indonesia, Cornelis, Presiden MADN, dan Carolin M Natasha, Bupati Kabupaten Landak. Sebelum naik ke panggung, Jokowi langsung meladeni permintaan warga yang ingin berfoto dengannya.

Acara kemudian dimulai dengan pemutaran video yang menayangkan foto-foto dokumentasi semua Presiden RI, Soekarno,Soeharto, Habibi, Gus Dur, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo lengkap dengan keluarga masing-masing. Diakahiri dengan sebuah slogan, “Kesuksesan memimpin negara dimulai dari memimpin keluarga”.

Dalam pidatonya, Jokowi bercerita tentang pengalamannya berbincang dengan Ibu Negara Afghanistan, Rula Gani, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

“Ibu Rula Gani bertanya, bagaimana cara Indonesia mempersatukan bangsa yang memiliki banyak suku bangsa dan agama yang berbeda? Ada 714 suku di Indonesia, 17 ribu pulau. Dayak salah satu suku terbesar di Indonesia. Sementara di Afganistan ada 7 suku,” ujar Jokowi.

Meski di Afganistan hanya ada 7 suku, yaitu Pashtun, Tajik, Hazara, Uzbek, Turkmen, Kyrgyz dan Kuchi, namun, begitu dua suku berkonflik, Afganistan yang 40 tahun lalu merupakan negara yang aman tenteram, berubah menjadi negeri yang terus berkecamuk perang saudara, tak kunjung selesai hingga kini.

“Saat ke kabul tiap hari ada roket dan bom. Karena konflik peradaban jadi mundur,”ujar Jokowi.

Presiden ke 7 Indonesia ini menegaskan bangsa Indonesia bisa bersatu karena kita memiliki ideologi besar yaitu Pancasila.

“Maka marilah kita jaga Persatuan, Kerukunan, dan Persaudaraan, sebagai aset besar bangsa Indonesia. Jangan sampai perbedaan pilihan dalam kancah politik, membuat kita berselisih. Kita harus semakin matang dalam berpolitik,”tegas Jokowi.

Bagian 1 : Bagian 2Bagian 3 : Bagian 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*