Tak Ada Lagi Jembatan Ancur ?

Oleh: Christina Lomon Lyons –

Bagian 1: Bagian 2Bagian 3 : Bagian 4

Di depan warga Dayak yang menghadiri acara Silaturahmi di Grand Ballroom Season City, Jakarta Barat, 26/1, Jokowi bercerita bagaimana ia membuat rakyat Serawak terkagum-kagum melihat pembangunan gerbang perbatasan di Entikong, Kalimantan Barat.

“Saya sudah 4 kali ke Entikong. Meskipun harus naik heli, menghadapi kabut di Entikong yang sangat tebal. Langit Gelap, sempat takut juga, jika heli sampai nabrak bukit,”utur Jokowi.

Saat itu Jokowi melihat gedung-gedung perkantoran di perbatasan yang ternyata sudah dibangun bertahun-tahun, tapi tak pernah disentuh.

“Padahal ini adalah wajah Indonesia. Sama juga dengan perbatasan lain seperti Nanga Badau, Aru juga,”ujar Jokowi.

Ia kemudian memerintahkan agar gedung-gedung itu diruntuhkan dalam waktu 2 minggu.

“Ternyata biaya pembangunan kembali itu tak banyak. Dan sekraang bisa dilihat bagaimana perbatasan menjadi wajah yang optimis,”lanjut Jokowi.

Presiden yang memiliki seragam baju putih lengan panjang ini bertutur, ada warga negara tetangga bicara : kantor perbatasan sekarang kita kalah jauh.

“Dulu orang-orang Indonesia sering selfie di Malaysia, sekarang orang sana selfie di kita.

Biaya ratusan milyar saja, kita bisa lakukan itu. Jalan-jalan di perbatasan dibangun, karena saya dengar masyarakat bicara,” tutur Jokowi sumringah.

Jokowi memberi kesempatan seorang warga Dayak untuk maju ke panggung dan menyampaikan isi hatinya. Dipilih seorang pria bernama Thomas Wange, dari Badau.

Thomas mengawali pernyataannya dengan sebuah pantun :

Naik sampan berlayar berlabuh
Jangan lupa bertambang tali
Kami datang dari jauh
Hanya untuk bertemu Jokowi

Thomas mengungkap Badau, beranda depan yang kurang tersentuh. Beberapa desa di daerahnya, ada yang belum tersentuh listrik. Namun sekarang ia sering mendengar pujian dari warga negeri tetangga.

“Orang Malaysia pun puji, Jokowi jadi presiden, kok kita kalah,”kata Thomas.

Jokowi menanggapi curahan hati warganya itu dengan senyum bangga tentunya.

“Terapkan sila Pancasila, Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Contohnya Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 harga. JIka sebelumnya harga bensin di Wamena bisa Rp 100 ribu per liter, sekarang sudah sama dengan di pulau Jawa,”tandas Jokowi.

Dalam acara itu, juga diputar video berjudul “Si Manis Jembatan Ancur”. Plesetan dari film Si Manis Jembatan Ancol, yang menangis karena tak lagi menemukan kediamannya, jembatan ancur.

Karena memang tak ada lagi jembatan hancur.

Tapi coba pak Jokowi jalan-jalan ke kecamatan Sekayam, Noyan, Beduai, Kembayan dan pedalaman Entikong lainnya. Masih banyak jalan ancur. Jangan hanya naik helikopter, coba naik perahu ke kampung-kampung di perbatasan dengan Serawak, seperti Suruh Tembawang, saksikan bagaimana Sungai Sekayam ancur..menunggu untuk ditata, menanti disentuh tangan Jokowi.

Bagian 1: Bagian 2Bagian 3 : Bagian 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *