Loading...
English EN Indonesian ID
G.I. Dayak

Sang Penjaga Mako Brimob Kelapa Dua (1)

By : Christina Lomon Lyons –

Pada bulan April 2018, saya menerima tantangan besar untuk menulis buku tentang seorang Dayak Ranger dan Pahlawan Indonesia yang kurang dikenal, Amji Atak. Terimakasih kepada keluarga besar Atak, sahabat-sahabat Amji Atak di Pontianak, Cianjur, Depok dan Jakarta, serta para pihak terkait yang membantu memberikan data, dan wawancara, sehingga penulis bisa merangkum kisah perjuangan Amji Atak ini.  Tulisan ini dibuat bersambung.

Foto Aipda Amji Atak, yang dikirim Mako Brimob, kepada keluarga Amji di Anjongan, Kalbar, pada tahun 1965.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai pahlawannya. Kalimat itu selalu dikumandangkan saat mengenang jasa pahlawan bangsa. Namun, kalimat itu seakan terbang bak angin lalu, bagi masyarakat Dayak. Karena kiprah pahlawan Dayak seakan kurang dihargai bahkan dilupakan kepahlawanannya. Di antaranya, Amji Attak, Sang Dayak Ranger.

Pertama kali aku menulis tentang sosok Amji Attak, ketika aku memimpin Tabloid Suara Borneo pada tahun 2015. Ketika itu tim redaksi akan menurunkan feature tentang kiprah Pahlawan Dayak. Dan satu nama disebutkan di sana, Amji Attak.

“Nama asli beliau itu Amji Atak. Jadi huruf T nya hanya satu. Atak, nama Kakek kami, orang tua dari almarhum Amji, asli Dayak Kenayan, desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat,” ujar Subianto, salah satu keponakan Amji Atak.

Amji Atak, putra ke-7 dari 8 buah hati dari pasangan Atak dan Ipah atau biasa dipanggil Cilo.

“Almarhum Bapak saya, Darmawi Atak, putra ke-8, adik bungsu dari Amji Atak,”tutur Subianto lagi.

Darmawi Atak, adik bungsu Amji Atak (Dok.Keluarga Besar Atak)

Darmawi Atak pernah menjadi Kepala Desa Kepayang, tempat kelahiran Amji Atak.

“Setelah Amji Atak dikabarkan gugur dalam Operasi Dwikora di Laut Cina Selatan, barang-barangnya dikirim ke Kepayang. Ada baju-baju, granat, sangkur dan foto yang dikirim pihak Brimob,” timpal Andreas Mitro, keponakan Amji Atak yang lain.

Keluarga pernah ke markas Brimob di Kelapa Dua, Depok, ingin mencari tahu tentang Amji Atak, namun kurang mendapat sambutan berarti.

“Hanya diberi biaya pulang. Penghargaan atau santunan lain, tidak pernah kami terima,”ucap keluarga.

Penjara Ahok Hingga Mei Berdarah

Nama Amji Attak diabadikan sebagai nama Kesatrian Brimob Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Bahkan patung Amji Attak, berdiri gagah, bersanding dengan patung anggota Ranger lainnya, Taboky, di depan Mako Brimob Kelapa Dua itu.

Patung Amji dan Taboky di gerbang Mako Brimob Amji Attak, Kelapa Dua, Depok.

Mako Brimob ini semakin populer ketika berbagai peristiwa terjadi di sana. Masih hangat adalah peristiwa Mei berdarah, terjadi di  Rutan Salemba Cabang Mako Brimob pada 8 hingga 10 Mei 2018. Drama selama dua malam itu diakhiri dengan menyerahnya 155 tahanan, satu orang narapidana tewas, lima polisi gugur. Dan tak kalah populer, Mako Brimob Amji Attak juga menjadi tempat dipenjarakannya Gubernur DKI Jakarta ke 15, Basuki Tjahaya Purnama.

Mirisnya, dalam berbagai liputan berita, hanya disebutkan liputan dari Mako Brimob Kelapa Dua. Nyaris tak ada reporter yang menyebutkan nama lengkap Kesatrian itu, Mako Brimob Amji Attak, Kelapa Dua. Entah mengapa, terkesan sulit lidah para reporter  menyebutkan nama Amji Attak. Pemuda asli Dayak, yang gugur di medan perang, demi mempertahankan harga diri bangsa, dalam peristiwa DWIKORA.

AKP U.S. Huda, Kataud Mako Brimob Amji Attak, Kelapa Dua, Depok.

Kami bangga dengan Amji Attak, Taboky,  para Ranger dan anggota Resimen Pelopor  lainnya yang gugur dalam peristiwa Dwikora,”ujar Ajun Komisaris Polisi Udy S Huda, Kepala Tata Usaha Mako Brimob Amji Attak, saat menerima penulis di ruang kerjanya di Kelapa Dua, Depok.

“Wah Bu…Ibu-ibu di sini malah suka bisik-bisik, kalau (arwah) Amji Attak, Menpor dari Kalimantan itu, sampai sekarang masih menjaga Mako Brimob Kelapa Dua ini lho,” ujar seorang staf Tata Usaha yang mengantarkan penulis, untuk mengulik data tentang Amji Attak di perpustakaan Mako Brimob di Kelapa Dua itu. (Bersambung)

Penulis dan Michael Lyons, bersama keluarga besar Atak di Desa Kepayang, Anjongan, Kalimantan Barat, April 2018.

 

Michael Jumat dan istrinya, Triyani, cucu Amji Atak, di gerbang Desa Kepayang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor's Choice