Demi Bertemu Jokowi

Wakil CDOB Sekayam Raya bersama Alumni UI dan Universitas negeri lainnya, siap untuk Deklarasi For Jokowi pada 12 Januari 2019

By : Christina Lomon Lyons —
Bagian 1 : Bagian 2 : Bagian 3 —

Sosok Jokowi masih menjadi magnet bagi rakyatnya. Bukan sekadar kata orang, atau berita burung, tapi kulihat dengan mata kepalaku sendiri. Pengalaman pertamaku, menyaksikan langsung Jokowi berpidato di atas mimbar, di bawah terik mentari di atas panggung di kuning di plaza tenggara Gelora Bung Karno, 12/1 lalu. Hari itu, digelar Deklarasi Alumni UI For Jokowi-Amin.

Meski bukan alumni UI, aku dan beberapa rekan dari Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) ikut hadir dalam acara itu,  bersama keluarga kecil, mewakili CDOB Sekayam Raya, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dengan harapan bisa bertatap muka dengan Jokowi.

Demonstrasi Forkonas CDOB Se Indonesia di depan Istana Presiden – foto : detikom

Tak sekadar ingin berfoto bersama sang Presiden, tapi yang lebih utama, kami ingin menyampaikan curahan hati, agar Presiden bermurah hati menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Detada dan Desertada sebagai bentuk penjabaran UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Kedua PP ini akan menjadi dasar dibukanya keran pemekaran wilayah di Indonesia. Maka, berbagai cara kami lakukan, agar bisa bertemu Jokowi.

Demi menarik perhatian pemerintah,khususnya Presiden Jokowi, CDOB Sekayam Raya ikut dalam aksi demonstrasi yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Nasional (Forkonas) CDOB se-Indonesia, di depan Istana Presiden, pada 29 September 2018. Beberapa wakil dari Forkonas, saat itu kemudian dipanggil menghadap Staf Presiden. Namun belum mendapatkan hasil yang signifikan.

Keesokkan harinya, tim Sekayam Raya diterima Adian Napitupulu, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, di kafe Bang prends, miliknya, di Graha Pena 98, kawasan Kemang Jakarta Selatan. Malam yang pekat tak menghalangi tim KSR berdiskusi dengan Bung Adian yang juga mengundang Benny Ramdhani, anggota DPD RI.

Adian kemudian menghubungi salah satu koleganya yang bertugas sebagai Staf Presiden, Ibu Dany, namanya. Maka keesokan harinya, tim Forkonas pun diterima di kantor Staf Presiden di lingkungan Istana Negara Republik Indonesia. Meski jawaban yang diberikan Ibu Dany dan stafnya, masih belum bisa memastikan kapan tim Forkonas bisa diterima Presiden Jokowi.

Bagian 1 : Bagian 2 : Bagian 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*