PERJUANGAN PEMBENTUKAN DOB SEKAYAM RAYA, HARGA MATI!

Ibarat pelari Marathon, perjuangan Pembentukan DOB KSR, estafetnya sudah berlanjut di generasi ke tiga. Banyak pelopor yang telah berjuang sampai akhir hayatnya dan telah mendahului pulang ke rumah Sang Pencipta.

Kabupaten Sekayam Raya , Kab. Sanggau, Prov. Kalbar, dinyataakan sebagai CDOB   yang memenuhi persyaratan lengkap sesuai dengan PP 78 Tahun 2007 untuk  diprioritaskan sebagai DOB.

Dalam lembar Catatan 19 RUU Usulan DOB Kategori Prioritas 1 itu, Kab. Sekayam Raya berada di posisi paling atas. Di bawahnya menyusul Kab. Lombok Selatan, dengan kabupaten induk Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang juga dinyatakan memenuhi persyaratan dengan lengkap. Di bawahnya menyusul Kab.Renam Indojati, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dan Kab. Wasile, di Maluku Utara, namun masih disertai catatan “masih menunggun tandatangan Pemda yang berbatasan dengan calon DOB”.

Christo S Lomon, Ketua Tim Presidium Pembentukan KSR (PKSR),  berbagi cerita bagaimana perjuangan  ia dan timnya setelah penyampaian usulan pembentukan DOB KSR oleh pemprov  Kalbar, DPRD Kalbar,  Pemkab Sanggau, DPRD Sanggau dan Presidium PKSR  ke pemerintah pusat. Usai audiensi ke Pempus saat itu, tim PKSR tak langsung kembali ke kampung halaman.

“Presidium PKSR kita  bentuk 2 tim. Tim 1 rombongan besar, pulang untuk persiapan proses selanjutnya. Tim 2  yang terdiri Ketum dan Sekum serta beberapa staf presidium PKSR tetap tinggal di Jakarta. Bergerilya ke dapurnya Kemendagri untuk lobi, mendapatkan advis dan bocoran verifikasi dan klarifikasi syarat administrasi yang proses yang harus ditempuh, agar bisa cepat ditindaklanjuti. Hasilnya CDOB KSR adalah CDOB pertama seluruh Indonesia dinyatakan Lengkap dan benar oleh Komisi 1 DPDRI, komisi 2 DPRRI, DPOD Kemendagri ,” papar Christo.

Berdasarkan kajian akademik dari Universitas Gajah Mada, Kota Balai Karangan dinyatakan layak dan mampu untuk menjadi Ibu Kota DOB KSR.

“Demi citra wajah bangsa di perbatasan NKRI, HARGA MATI,  Sekayam Raya harus segera menjadi Daerah Otonomi Baru. Maksudnya perjuangan ini tidak bisa ditawar, akan diperjuangkan sampai mati, agar bisa diwariskan dan dinikmati generasi warga perbatasan selamanya. Dan kita bisa berbusung dada, bangga menjadi beranda bangsa yang berkualitas,” pungkas Christo S Lomon.

TIm Presidium DOB Sekayam Raya bersama Ditjen OTDA Kemendagri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *