Loading...
English EN Indonesian ID
Sekayam Raya

Sepenggal Kisah Perjuangan Bersama Sang Mentor

Dalam kepengurusan Presidium Pembentukan Kabupaten Sekayam Raya (PPKSR), almarhum H. Djafar AS (Dewan Penasehat) dikenal sebagai salah satu tokoh senior dan pejuang yang gigih. Pria paruh baya yang bersahaja ini meninggal dunia pada 8 Maret 2018 yang lalu.

Tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan perjuangan CDOB Sekayam Raya, salah satunya saat bersama tim PPKSR yang terdiri dari Kristo S. Lomon (Ketua Umum), Bambang Jokowinayu (Bendahara Umum), Erick Erin (Korwil Noyan), Henri Chaniago (Wakorwil Kembayan), Martoc (Korwil Beduai), Bintang L. Lubis (Wakil Bendahara Umum) di bulan Mei 2013 silam, berkoordinasi dengan tim ahli dari Komisi II DPR RI melakukan penyisiran dan klarifikasi atas kelengkapan administrasi usulan DOB KSR berdasarkan PP 78 tahun 2007.

Mengingat kesibukan tim ahli dari Komisi II DPR RI, maka kegiatan penyisiran dan klarifikasi hanya bisa dilakukan saat jam pulang kantor para anggota Dewan sampai dengan jam 24.00 Wib, selama 3 hari 3 malam.

Hasil dari penyisiran dan klarifikasi tersebut, diketahui ada 4 poin yang harus disempurnakan berdasarkan persepsi Komisi II DPR RI dan Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, yakni Paripurna dukungan politik dari DPRD Kabupaten Sanggau; Paripurna dukungan politik dari DPRD Propinsi Kalimantan Barat (yang sudah ada hanya persetujuan yang telah ditanda tangani Ketua DPRD saja); Kajian akademik kelayakan Kota Balai Karangan sebagai Ibu Kota DOB; Peta batas wilayah yang harus ditanda tangani juga oleh Bupati yang berbatasan langsung dengan CDOB KSR (peta yang sudah ada hanya ditanda tangani Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Sanggau saja).

Tim Presidium Pembentukan KSR diberi tenggat waktu selama 1 bulan untuk dapat menyempurnakan kekurangan kelengkapan administrasi yang diminta. Setiba di Kecamatan Sekayam, tim PPKSR berbagi tugas membentuk beberapa kelompok untuk menyempurnakan kelengkapan administrasi.

Kelompok pertama beranggotakan 5 orang yang dipimpin alm H. Djafar AS dan alm Yordanus Pinjamin, S.Pd menemui Bupati Kabupaten Landak dan Bupati Kabupaten Bengkayang. Kelompok kedua dipimpin Kristo S. Lomon menemui Ketua DPRD dan Bupati Sanggau, dan Bupati Sintang. Gabungan dari kedua kelompok diatas kemudian menghadap Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Barat  .

3 minggu waktu yang diperlukan tim khusus PPKSR untuk menyelesaikan semua kekurangan administrasi yang harus dilengkapi. Juni 2013 tim PPKSR yang terdiri dari Kristo S Lomon, alm H. Djafar AS, Bambang Jokowinayu dan Bintang L. Lubis berangkat ke Jakarta mengantarkan semua kelengkapan administrasi CDOB KSR yang sudah disempurnakan ke DPR RI.

Setelah menempuh perjalanan darat dari Balai Karangan Kecamatan Sekayam menuju Kota Pontianak, dan dilanjutkan dengan penerbangan ke Jakarta, Kristo S. Lomon selaku Ketua Umum PPKSR terus berkoordinasi melalui telepon seluler dengan Ketua Panja DOB Non Papua Arif Wibowo untuk melaporkan bahwa tim PPKSR telah tiba di Jakarta.

Ternyata dokumen kelengkapan administrasi sudah ditunggu oleh sekretariat Komisi II dikarenakan 2 hari ke depan akan diadakan rapat pleno panja DOB Papua dan Non Papua oleh Komisi II DPR RI, untuk mengklarifikasi usulan DOB seluruh Indonesia yang sudah lengkap administrasinya.

Maka atas arahan Ketua Panja DOB Arif Wibowo, saat itu juga tim PPKSR segera menuju gedung parlemen untuk mengantar dokumen administrasi ke sekretariat Komisi II DPR RI.

Tiba di pos penjagaan DPR RI hari sudah tengah malam sekitar pukul 24.00 wib, kala itu sedang marak aksi terorisme di dalam negeri, sehingga penjagaan obyek vital negara seperti komplek DPR RI sangat ketat. Setelah melewati pemeriksaan di pos penjagaan, tim yang rencana awalnya baru keesokan hari akan ke Komisi II DPR RI, tidak menggunakan pakaian formal hanya menggunakan pakaian santai saja seperti alm H Djafar AS hanya mengenakan pakaian kasual bercelana pendek dengan sandal sebagai alas kaki, demikian juga Bambang Jokowinayu hanya menggunakan kaos oblong, hanya Kristo dan Bintang yang menggunakan kemeja.

Photo by Bintang

“Selamat jalan sang mentor, sahabat, teman berdebat dalam perjuangan, jasa dan perjuangan mu demi terwujudnya DOB KSR tidak akan pernah kami lupakan, dan semangat perjuanganmu akan kami teruskan,” cerita Kristo S. Lomon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editor's Choice