Christina Lomon & Michael Lyons

Oleh Christina Lomon Lyons— 

Dalam balutan busana adat Dayak Bidayuh, Kabupaten Sanggau, Christina Salomita Lomon dan Michael Lyons menjalani prosesi pernikahan Adat Dayak di Rumah Betang, Anjungan Kalbar, Taman Mini Indonesia Indah, pada 16 Desember 2016. Burung EagleBaldbird dari Amerika Serikat itu , terbang ke Indonesia, dan meminang burung Enggang, putri Dayak dari West Borneo.

Pada hari yang berbahagia itu pula, Inspektur Jenderal  Polisi (P) Thomas Tommmy Sagiman, Ketua Forum Dayak Kalbar Jakarta, menyerahkan Mandau (pedang suku Dayak) kepada Mick, nickname Michael , sebagai simbol ia telah diterima sebagai warga Dayak baru. Disaksikan pengurus Adat  FDKJ, Pdt Jailim, SH dan Lawadi Nusah S.Pd, serta Krisantos Tomiko SH, adik dari mempelai wanita.

Michael Lyons, pria kelahiran Michigan, Amerika Serikat. Dalam rangka bela negara saat Perang Dunia II sampai perang Vietnam, dimana saat itu setiap lelaki  USA usia 18 -25 tahun  diwajibkan mendaftarkan diri dalam satu sistem seleksi untuk mengikuti wajib militer. Begitu pula Mick, ia diterima dalam barisan Airforce, Angkatan Udara USA, saat usianya 18 tahun.

Setelah menyelesaikan tugasnya di Air Force, Mick menekuni pekerjaan yang sekaligus menjadi hobinya, di bidang Art Design. Sepuluh tahun terakhir, Mick hijrah dari kampung halamannya di Michigan, ke Northeast Florida. Menetap di sebuah rumah tak jauh dari pantai, Atlantic Beach, di kawasan Jacksonville, Florida.

Setahun setelah ditinggal wafat sang istri, seorang wanita blasteran suku Indian, Perancis dan Afrika, Mick berniat mencari pasangan hidup baru.  Ia pun mendaftar di sebuah biro jodoh internasional, Rosebrides.com. Di saat yang sama, Ita, demikian Christina Salomita biasa disapa, melakukan hal yang sama. Ia memasukkan profil dan foto dirinya di Rosebrides, ajang pencarian jodoh bagi pria-pria Amerika yang siap diajak menikah.

“Percaya diri saja, meski di sana banyak  perempuan-perempuan muda nan cantik di berbagai  belahan dunia. Dominan dari  Rusia dan Amerika Latin. Dan sebagian dari Asia, kebanyakan dari Philipina. Thailand dan Vietnam. Dari Indonesia, rasanya bisa dihitung dengan jari,” pikir Ita.

Di Rosebrides ini lah, cinta Mick dan Ita bertaut. Ita yang saat itu menjelang 52 tahun, usia yang sudah melampaui setengah abad, dan Mick yang baru menjejak 68 tahun. Perbedaan usia 16 tahun tak menghalangi  keduanya untuk menautkan cinta terakhir  mereka, The endless love. Bald Eagle dan Enggang Khatulistiwa, dua burung itu, kini menyanyikan lagu cinta yang sama dengan prinsip saling melengkapi, mencintai, peduli dan berbagi  hingga akhir hayat nanti.

Inspector General of Police Tommy Sagiman handed Saber, Mick mark accepted as Dayaks, West Borneo

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *