Ia Berpulang Usai Ujudkan Cita-cita
RIP Ibu Yulia Pratiwi Aloy

Ikan-ikan kecil berenang lambat di kolam kecil itu. Tetumbuhan di dalam pot-pot kecil juga tampak berserakan di beranda rumah mungil di Althia Park, Bintaro. Sang Ibu yang biasa merawat mereka, ikan peliharaan dan bunga-bunga itu, baru berpulang ke Rumah Bapa di Surga, Senin 27 Januari 2020.

Video

Yulia Pratiwi, wafat di usia 74 tahun. Kepergiannya cukup mengagetkan, karena ia dan sang suami,Aloysius Aloy, 78 tahun, hadir pada perayaan Natal Forum Dayak Kalbar Jakarta (FDKJ Anjungan Taman Mini Indonesia Indah, 18 Januari 2020.

Usai perayaan, pasangan yang telah menikah 50 tahu ini me-launching buku berjudul Semangat Dayak Catatan Perjalanan Politik yang ditulis Drs Aloysius Aloy. Salah satu Dewan Pembina FDKJ ini, seorang tokoh Dayak yang lahir di Kampung Ntuma, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Ia mulai merantau ke tanah Jawa pada tahun 1962, kuliah di Fakultas Sosial Politik Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Di kota kembang inilah, ia bertemu kekasih hatinya Yulia Pratiwi, mahasiswi Fakultas Publisistik.

Keduanya menikah tahun 1969. Tahun 1970, Aloy menjadi anggota DPRD Tingkat I Kalbar di Pontianak. Pada pemilu 1971, ia terpilih menjadi anggota DPR RI di Jakarta selama lima periode berturut-turut.

Sementara sang Istri, Yulia Pratiwi , kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini, aktif di berbagai kegiatan sosial dan organisasi. Mulai dari Yayasan Burung Enggang, kemudian mulai tahun 2000 aktif di Yayasan Rindang Banua hingga akhir hayatnya.

Semasa hidupnya, Ibu Yulia Pratiwi juga rajin menulis. Salah satu tulisan beliau pernah dimuat di tabloid Suara Borneo Oktober 2015, berjudul Perempuan Dayak Jadi Kepala Daerah – Kenapa Tidak?

Kini sudah ada perempuan Dayak memadai kepala daerah, beberapa menjadi anggota DPR RI dan senator DPD RI.

Pramono Adik dari Ibu Yulia yang tinggal bersama pasangan Dayak-Jawa di Bintaro ini , P baru juga wafat pada 24 Januari 2020.

“Ibu syok dan nangis terus melepas kepergian adiknya. Terus kecapekan juga. Sabtu pagi lalu, saat sarapan pagi, tiba-tiba Ibu jatuh. Bapak bantu angkat, lalu minta bantu tetangga antar ke Rumah Sakit Premier Bintaro. Tangan kirinya terasa kebas. Hari Minggu sempat baikan, tapi Senin pagi, Ibu Aloy menutup mata untuk selamanya,”tutur Epivana Darang, Ketua FDKJ Wilayah Tangerang.

Epivana, Direktur Sumber Daya Manusia di Universitas Atmajaya, Jakarta, adalah salah satu sahabat Ibu Yulia Pratiwi. <<

   

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *