Melepas Ibu Irawati Menuju Gerbang Keabadian

Keluarga Katolik Kalimantan Barat Jabodetabek (K3BJ) baru saja kehilangan seorang anggotanya, yang sangat berdedikasi dalam pelayanan selama hidupnya. Rest in Peace Claudia G Irawaty Simansyah.

“Ya TUHAN, aku bersyukur atas limpahan Kasih-MU selama ini. Singkapkanlah selubung kegelapan yang membuat aku merasa jauh dari- MU. Beranikanlah aku untuk melakukan perubahan hidup saat ini. Amin. Selamat sore. SELAMAT MENYONGSONG TAHUN 2020. SELAMAT TAHUN BARU 2020. —Berkat TUHAN.”

Video: Called to Eternal Life

Claudia G Irawati Simansyah, menulis kalimat itu saat tutup tahun 2019. Saat itu, Ira, demikian ia biasa disapa sahabat-sahabatnya, sedang menikmati keindahan pegunungan di Desa Sawahan, Nganjuk, Jawa Timur, bersama suaminya Lucky Lianto. Usianya, baru akan genap 57 tahun, pada 5 Februari nanti.

“Jadi, Ira dan suaminya, Lucky ikut ziarek, ziarah rekreasi bersama teman-temannya di komunitas Gereja Katedral ke Nganjuk saat pergantian tahun 2019-2020,” ujar Herwanto Gunawan, salah satu sahabat dekat Ira.

“Ira salah satu sahabat kami di komunitas PSP, Putra/i Sayang Pontianak. Ira alumnus SD Suster dan SMP Suster Pontianak,”tambah Herwanto, pebisnis asal Pontianak yang sukses di Jakarta.

Ira dan sang suami, sama-sama pro Diakon di Paroki Katedral, Jakarta Pusat. Ira sangat aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan di gereja. Boleh dibilang, Ira sangat super aktif dalam kegiatan rohaninya. Sepanjang Desember 2019, Ira tak henti berkegiatan di gereja.

Seperti terlihat dalam foto-foto yang ia bagikan di halaman Facebook dan Instagramnya. Ia bagikan foto bersama salah satu sahabatnya di Komunitas Keluarga katolik Kalimantan Barat di Jabotebek (K3BJ), Letkol TNI AD Gaudensia Diana, saat sama-sama terlibat dalam Seminar pembuka Tahun Berkhidmat di Gereja Katedral, pada 5 des 2019.

Irawaty adalah Ketua 2 K3BJ, mendampingi Ketua Umumnya, Maria Genoveva Oendoen.

Ira juga terlibat dalam acara Renungan dan Pujian bersama perancang busana ternama Anne Avantir di aula atas St Yohannes, Gereja Katedral pada 13 Desember 2019.

“Terakhir ketemu Ira pada acara Anne Avanti, dia ngajak selfi,dia bilang senang sudah dipeluk sama Anne Avanti,”ujar Lusia, salah satu sahabat Ira di K3BJ.

Tak ketinggalan, Ira juga memposting foto-fotonya saat menghadiri Ibadah & Perayaan Natal Nasional di Sentul International Cpnvention Center, Bogor yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu negara, Iriana Widodo, pada 27 Desember 2019.

Durian dan Sate Kambing – Lengkap Sudah

Ira dan suaminya, kembali dari liburan di Jawa Timur ke Jakarta pada 4 Januari 2020. Pada Facebooknya 31 Desember ia sempat memposting foto buah Durian nan menggiurkan. Sehari sebelumnya, Ira memposting foto di rumah makan Nasi Becek & Sate Kambing di Nganjuk. Lengkaplah sudah, Durian dan Sate Kambing.

“Benar, suaminya sempat berbisik pada saya, Ira kebanyakan makan Durian, hingga drop sampai di Jakarta,” ujar Herwanto.

Tiba di Jakarta, Ira tak sempat beristirahat. Karena ia harus bersih-bersih, rumahnya ikut jadi korban banjir fenomenal di Jakarta pada 1 Januari 2020. Tak pelak, karena kecapekan yang luar biasa, Ira ambruk pada 5 Januari.

“Tepar badan remuk, panas dingin terbaring merasakan tulang oto tyang sakit,” Ira masih berkirim kabar lewat FBnya pada 5 Januari 2020.

Pada 7 Januari, Ira memposting foto-foto kenangannya 2 tahun lalu , saat merayakan Natal di Gereja Katedral.

“Ira masih sempat posting di FB saat mulai sakit 7 Januari lalu. Foto-fotonya, dua tahun lalu dengan pakaian Dayak. Ira memang sangat bangga berbusana adat Dayak,”ujar Yenvy, sahabat dekat Ira yang juga aktif dalam pelayanan di K3BJ.

Cicilia Anna Nanty, anggota K3BJ juga mengungkap,”Di ruang CCU saya memeluk Ira yang begitu erat menggenggam tanganku. Cil naik apa, dia minta doakan. Ira berbisik, saya habis jatuh karena kadar gula darah tinggi. Sejak itu dia merasa lemas dan rasa sesak , mual dan nyeri di dada. Dia gelisah , dia cabut selangnya. Dia minta sakramen penguatan dan bila sama suaminya, Pa cari Romo ya. Matanya sulit dibuka, doakan saya ya sayang, minta maaf kalau ada salam dan salam buat teman-teman di K3BJ “.

Minggu 12 Januari 2020 , sang suami, LUCKY LIANTO , ditemani suami dari Katharina, juga dari K3BJ menjemput Romo (Pastor) untuk memberi sakramen perminyakan dan komuni untuk Ira.

Hingga Kamis 17 Januari, seorang sahabat Ira, Erysna Lewis Abidin memposting Berita Duka Cita di laman Facebook Ira.

 Hidup dalam Pemeliharaan Tuhan

“Jumat 10 Januari ketika saya dan Cicil jenguk di ICCU, Ira masih menyebut nama saya dan mengenalkan saya ke suaminya Saat itu saya tidak menduga Ira akan pergi selamanya. Kami kenang semua kebaikanmu, kasihmu, perhatianmu, persaudaraanmu. Dan segala daya upayamu agar K3 BJ tetap eksis. Anda pribadi yang luar biasa, bekerja tuntas tanpa pamrih. Kami merindukanmu saudara terkasih. Namun Tuhan lebih sayang. Istirahatlah dalam damai bersama Bapa, para Kudus dan malaikat Surga. Doakan kami yang masih berziarah di dunia ini,”tulis Pius Sente Limbu, sahabat Ira di K3BJ.

Uskup Sintang, Kalimantan Barat, Mgr Dr Ir Samuel Sidin OFM juga menyampaikan rasa dukanya degan kepergian Irawaty yang begitu cepat.

“Dari lubuk hati terdalam saya ungkapkan duka cita kepergian selamanya Ira. Semoga jiwanya menikmati sukacita abadi, dalam persekutuan dengan semua orang kudus di Surga,  dan semoga keluarganya dikuatkan untuk menerima peristiwa ini,”tulis Mgr Samuel  di laman WA group K3BJ. Mgr Samuel pernah menjadi pastor Kepala Gereja Santo Fransiskus Asisi, patroli Tebet, Jakarta Selatan.

Seperti sudah ada perasaan tak lama lagi akan dipanggil Bapa Sang Pencipta, sehari sebelum hari Raya Natal 24 Desember tahun lalu, Ira sempat berbagi isi hatinya di timeline FB :

“Hidup ini misteri, kita tidak tahu kapan akan meninggalkan dunia yang fana ini. Jadi berbuat baiklah. Hiduplah dalam pemeliharaan Tuhan selagi masih diberi kesempatan” << 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *