Dayak pun Bermarga Batak

Oleh : Christina S. LomonLyons —

Group Band Taman Musik, mengiringi para tetamu yang memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Malam resepsi yang meriah, dengan beragam hidangan yang menggoyang lidah, itu kemudian mempersempahkan pula tarian khas Dayak bertajuk Pencak Belaban. Sebuah tari adu ketangkasan di antara pemuda suku Kantu’ , Kalimantan Barat, yang memperagakan bagaimana cara mempergunakan Sumpit, salah satu senjata khas suku Dayak di Kalimantan.

Silih berganti kesenian adat Batak dan Dayak, menghiasi ritual pernikahan Hugo dan Anggie. Sebelumnya, pada 4 November 2017, dilangsungkan acara Marhusip, dimana Hugo resmi melamar Anggie untuk dipersunting menjadi permaisurinya. Marhusip sendiri berarti berbisik-bisik. Saat itu, pengantin pria membawa keluarganya yang lebih banyak dari pada tahap pertemuan sebelumnya.

Pihak keluarga laki-laki juga membawa makanan khas yang berwujud Pinahan Lobu, daging babi atau sapi, yang disajikan dalam nampan. Pihak keluarga wanita menyambut dengan menyiapkan makanan balasan berupa Dekke atau Ikan Mas Arsik. Dalam peristiwa Marhusip ini, masing-masing keluarga, baik dari mempelai pria dan wanita, duduk berhadap-hadapan, dan diwakili oleh seorang raja. Hugo pun dianugerahi marga Batak. #Hugo Jadi Anak Batak, demikian Anggie dalam akun instagramnya.

Hugo, putra Dayak asli, sehari-harinya bekerja sebagai staf ahli dari anggota DPR RI, Katherine Angela Oendoen, dari Partai Gerindra, dapil Kalimantan Barat.

“Selamat menempuh hidup baru Anggie dan Hugo. Semoga rumah tangga kalian berbahagia hinga akhir hayat. Dan tetap berjalan dalan berkat Tuhan Yesus Kristus,” ucap Ny. Marropul br Simangunsong dalam doa penutup resepsi malam itu.

Mempelai bersama saudara-saudara kandung
Orangtua mempelai pria, Paulus B Mering dan Itje Oendoen
Orangtua mempelai pria, Advendi Simangunsong dan Shinta Cristietelu

Keluarga Oendoen

Penari-penari Dayak
Denny Dinar, Ika Dinar, Christina & Michael Lyons
Keluarga Hendrik Kho dan Katherine Angela Oendoen bersama anak2 dan Mami Oendoen

Tokoh senior Dayak Aloysius Aloy, bersama Selvie Jung, Rahitinus Ambun, Paulus dan istrinya, Filla,Christina LomonLyons

Paula Pepah dan suami

Keluarga besar Forum Dayak Kalbar Jakarta, di antaranya Michael Oendoen, Antonia Oendoen, Jaelani, Herdianus dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *