Dimana Para Petinggi Dayak Saat Seminar Suku Bangsanya di Bappenas ?

Forum Dayak Kalimantan di Jakarta (FDKJ) dan Kantor Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar seminar nasional, dengan tema Kebudayaan Dayak dan Kontribusinya Terhadap Pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan Timur, Kamis, 17 oktober 2019. Patut disayangkan, jumlah pembicara maupun peserta yang hadir, tampaknya tidak memenuhi target yang diharapkan.

Dalam rilis yang disebar panitia pada  Jumat, 27 September 2019, Dr Yulius Yohanes, M.Si,  Sekretaris Jenderal Dayak International Organization,  menegaskan, seluruh Pimpinan Daerah dari Suku Dayak, praktisi dan ilmuwan Dayak, organisasi kemasyarakatan Suku Dayak,  diundang dalam seminar di Aula Kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati 2, Jakarta Pusat. Seminar digelar sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, 20 Oktober 2019.

“Penggeraknya murni orang Dayak yang berdomisili di Jakarta dan sekitar, sebagai tindak lanjut pembicaraan Pendeta Andersius Namsi, Ph.D dan Lawadi Nusah, S.Pd.K dari FDKJ dengan Sekretaris Kementrian Bappenas, Himawan Hariyoga Joyokusumo, Ketua Tim Pengkajian Pemindahan Ibu Kota Negara, Imron Mulkin, dan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Taufiek Rigo, di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa, 24 September 2019,”” kata Julius Yohanes.

Tujuan seminar nasional, menghimpun masukan aplikatif dari masyarakat Suku Dayak, agar terwujudnya kedamaian, kesejahteraan dan keadilan sosial, tetap terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah, sehubungan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur, sebagaimana sudah diumumkan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019.

Dalam seminar, disebut akan hadir narasumber dari kalangan Suku Dayak: Dr Agustin Teras Narang, SH (DPD RI), Drs Cornelis MH (DPR RI), Dr Drs Dagut H Djunas SH, MT (Palangka Raya), Dr Jiuhardi, SE, MM (Samarinda), Dr Fahrianoor M.Si (Banjarmasin), Dr Drs Yansen Tipa Padan, M.Si (Bupati Malinau, Kalimantan Utara), Martin Rantan SH, M.Sos (Bupati Ketapang), Drs Askiman MM (Wakil Bupati Sintang), Dr Yulius Yohanes, M.Si, Irjen Pol (Purn) Tommy Sagiman (Jakarta).

Dari kalangan Pemerintah, Gubernur Kalimantan Timur, Isran M Noor, Mentri/Kepala Bappenas, Prof Dr Bambang Brodjonegoro, Mentri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri, Akmal Malik.

Namun pada hari H, banyak dari tokoh Dayak yang diharapkan kehadirannya, itu justru tak hadir dengan berbagai alasan kesibukan. Termasuk para wakil Rayat di DPR RIdan DPD RI, yang hadir hanya Willy Midel Joseph dari dapil Kalteng, dan Dr Adrianus Asia Sidot, dapil Kalbar 2. Sementara senator DPD RI, hanya ada Marthin Bila dari Kaltara. Boleh jadi para petinggi Dayak itu memang sangat sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga tak merasa wajib hadir dalam seminarnya orang Dayak, di gedung Bappenas, 17/10 lalu.

Kembali menengok ke belakang, pengujung Juni 2019, Bappenas pernah menggelar Seminar bertajuk Dialog Nasional II tentang Pemindahan ibukota negara. Saat itu, para pembicara selain Bambang Brodjonegoro, juga ada Jenderal TNI Purn DR Moeldoko, Kelapa Staf Kepresidenan, Connie Rahakunndini Bakrie,Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Pertahanan Nasional, Edy Prasetyono, Dosen Senior FISIP UI, Erna Rustiadi , LPPM IPB, Alexander Sonny Keraf, Menteri Lingkunga Hidup Kabinet Persatuan Nasional 1999-2001, Mudrajad Kuncoro, Guru besar ekonomi, UGM, Riatu Mariatul , Direktur LPEM FEB UI.

Peserta seminar datang dari berbagai kalangan. Dayakdreams.com ikut dalam seminar, datang bersama Rektor Uiversitas Palangkaraya, DR Andrie Elia Embang. Hadir pula tokoh Dayak Paser, DR Sultan Adrian dan beberapa tokoh Dayak dari Kalimantan yang dapat dihitung dengan jari.

Dialog Nasional itu menimbulkan protes di kalangan masyarakat Dayak,”Mengapa tak ada orang Dayak yang menjadi pembicara? Mengapa Undangan demikian terbatas, dan hanya segelintir orang Dayak yang diundang?” Demikian bunyi protes yang banyak beredar di media sosial.

Permintaan itu didengar oleh Bappenas. Maka bekerjasama dengan FDKJ, Bappenas) pun menggelar seminar nasional yang melibatkan masyarakat Dayak Kalimantan, sebagai pembicara dan peserta yang diundang. Namun, kenyataannya nyaris ibarat gayung tak bersambut. Tokoh-tokoh yang dijunjung tinggi masyarakat Dayak, justru menyia-nyiakan  kesempatan bersuara di gedung pemerintah pusat. <<

Cakupan video lengkap dari seminar

Kontroversi adalah hal biasa setelah seminar. Silahkan simak video-video hasil liputan videografer Dayakdreams.com, Julius Boy Bidayuh ini.

Video: Wawancara Singkat

Video: Prof. Adri Patton

Video: Dr. Adrianus A Sidot

Video: Dr. Andersius Namsi & Prof. Joni Bungai 

Video: Prof. Bambang Brodjonegoro

Video: Dr. Dagut H. Djunas

Video: Ir. Dolvina Damus, M,Si

Video: Dr: Isran Noor

Video: Dr. Jiuhardi, SE, MM

Video: Dr. Marko Mahim, MA

Video: Tommy Sagiman

Video: Dr. Willi Yoseph


Video: Dr Yansen Tipa Padan


Video: Dr. Yulius Yohanes

Video: Opening Ceremony

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *