FDKJ, Namsi, dan Bappenas yang Telah Dicemarkan akan Mengambil Sikap

DR Andersius Namsi PhD,  yang siap maju dalam arena pemilihan Bupati Kabupaten Bengkayang berpasangan dengan Lawadi Nusah D.Pd.K pada tahun 2020 mendatang, menyampaikan aspirasinya menyikapi viralnya berita tentang dirinya yang disebut mencoret satu poin rekomendasi Seminar tentang Dayak di Kantor Bappenas 17 Oktober 2019.


Video : The truth is here! 

Ini klarifikasi yang diajukan Namsi. “Bermula dari pemberitaan media online, salah satunya Independensi.com pada tgl. 18/10/2019 maka perlu saya jelaskan agar seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Dayak yang saya cintai ,mengetahui kebenarannya”.

Berikut Aspirasi Namsi :

  1. Poin-poin rekomendasi seminar Bappenas dan FDKJ di Jakarta adalah bukan rekomendasi seminar Tumbang Anoi, kendatipun tujuannya sama untuk pemberdayaan masyarakat Dayak.
  2. Adalah tidak benar saya mencoret poin rekomendasi tentang Otsus Kalimantan. Ketua Tim perumus, Prof. Dr. Joni Bungai sebagai Ketua Tim Perumus dan beberapa staf Kementerian Bappenas yang menjadi administrator, dalam penyusunan draft rekomendasi . CCTV maupun channel youtube Bappenas, yang menyiarkan langsung acara seminar itu ke seluruh Indonesia dan luar negeri dapat menjadi saksi dan bukti-bukti kebenaran itu.

Oleh karena pemberitaan media-media itu hanya sepihak tanpa klarifikasi kepada saya selaku Ketua Panitia seminar, bahkan hingga kemarin malam dan setelah berkonsultasi dengan Ketum FDKJ dan staf ahli menteri PPN/Bappenas RI, maka sikap kami adalah sebagai berikut:

  1. Pemberitaan media online yang tanpa check and re-check adalah kejahatan hukum.
  2. Kementerian PPN/Bappenas yang dicemarkan namanya sebagai Institusi/lembaga Negara akan mengambil tindakan sesuai kebijakan Kementerian PPN/Bappenas RI.
  3. FDKJ sebagai organisasi Dayak di Jakarta yang ikut didiskreditkan namanya sebagai penyelenggara seminar bersama Bappenas akan mengambil tindakan sendiri yang dipimpin langsung oleh Ketum FDKJ, Irjend Pol (P) Drs. Tommy Sagiman.
  4. Saya, Dr. Andersius Namsi, Ph.D yang kehormatannya dihancurkan dengan pemberitaan itu, akan mengambil sikap tersendiri dengan berkoordinasi dengan Ketum FDKJ dan Staf ahli menteri bidang Penanggulangan Kemiskinan Bappenas RI.
  5. Tokoh-tokoh Dayak, yakni Dr. Teras Narang, SH, MH dan Drs. Cornelis, MH serta Drs. Askiman yang akhirnya tidak hadir sebagai Narasumber, dengan alasan indikasi disebutkan telah mengetahui rekomendasi Otsus Kalimantan, tidak akan dimasukkan sebagai rekomendasi Seminar FDKJ dan Bappenas sebagai mana dinyatakan oleh Sdr. Tobias di pemberitaan itu, kami sikapi sebagai tanggungjawab pribadi masing-masing tokoh tersebut.


Demikian sikap kami atas pemberitaan media dan medsos yang mendiskreditkan Seminar Kebudayaan Dayak dan Kontribusinya dalam kepindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur di Kantor Bappenas RI pada tgl. 17/10/2019.

Jakarta, 19 Okt. 2019
Ketua Panitia, Dr. Andersius Namsi, Ph.D.  <<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *