HENRY GOLDING, PERANAKAN DAYAK IBAN YANG MENEMBUS HOLLYWOOD

Oleh : Christina Lomon Lyons —

Bangga melihat orang Dayak berkiprah hingga kancah internasional. Seperti Henry Ewan Golding,peranakan Dayak Iban Sarawak yang menjadi host Surviving Borneo di Discovery Channel. Bahkan ia menjadi peran utama dalam film Hollywood berjudul Crazy Rich Asians.

“Aku anak Iban,”kalimat itu selalu diucapkan Henry Golding dengan lugas dan bangga di depan wartawan.  Termasuk dalam promosi film terbarunya Crazy Rich Asians, bersama artis Malaysia yang lebih dulu ke kancah Hollywood, Michele Yeoh. Dalam film ini, Henry berperan sebagai Nick Young, seorang jejaka tampan dan kaya dari Singapura.

“Aku sendiri berdarah campuran Bapak dari England, dan Ibu dari Iban, Sarawak Malaysia,”ujar Henry yang lahir di Sarawak, 30 tahun lalu.

Usia 7 tahun, ia dan ibunya ikut sang Ayah kembali ke, Inggris. Ia pun tumbuh besar di negeri Ratu Elizabeth itu. Tak heran, bahasa Inggrisnya sangat fasih, bahkan ia nyaris lupa dengan bahasa Malaysia.

“Tapi saya masih mengerti jika orang berbicara dengan saya dalam bahasa Malaysia. Saya bangga menjadi bagian dalam komunitas Iban yang sekarang sudah modern,”ujar Henry

Kendati setengah lupa dengan bahasa Ibunya, namun Henry tak pernah melupakan dan tetap bangga dengan darah Iban yang mengalir dalam tubuhnya. Hal itu terlihat dengan tato-tato yang menghias tubuhnya.  Di antaranya adalah Tato dengan motif Bunga Terung. Secara mitologis, komunitas Dayak Iban percaya , jika Sang Pencipta menghendaki mmereka  bertato sebagai penanda  dan kunci mereka untuk masuk ke surga. Tak heran jika bunga terong menjadi kebanggaan komunitas Dayak Iban.  Tatoo Bunga Terong kerap juga  diberikan pada mereka yang sudah banyak mengenyam pengalaman di tanah perantauan.

Maka, Henry Golding yang kembali ke Malaysia, setelah 15 tahun besar di Inggris ini pun, dianugerahi Tatoo Bunga Terung di kiri kanan dadanya. Upacara ritual pemberian tato ini diperagakan dalam travelog Surviving Borneo saat itu. Henry juga selalu rindu masakan khas Dayak, dengan bahan Tempoyak  dan sayur pakis merah yang banyak tumbuh di hutan Borneo.

“Apalagi jika dimasakkan oleh Mamak, oh saya paling suka sayur ikan campur tempoyak itu,” ujar Henry yang sangat mencintai ibunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *