Layak Kah Palangka Raya Menjadi Ibu Kota Negara ?

Presiden pertama RI mewariskan cita-cita menjadikan Palangka Raya sebagai Ibu Kota RI. Masyarakat Kalimantan Tengah pun begitu antusias karena digadang-gadang sebagai kandidat kuat lokasi calon IKN yang baru.

“Kalteng itu letaknya di tengah-tengah Indonesia. Faktor pendukung lainnya, bebas dari segi kebencanaan. Faktor pertahanan, wilayah Kalteng tidak bisa langsung diserbu musuh dari laut,” ujar Rektor Universitas Palangka Raya, DR Andrie Elia SE MSi yang turut hadir dalam Dialog Nasional Pemindaha IKN di Bappenas itu.

Kalteng pun memiliki pelabuhan laut Kumai, walau untuk skala terbatas. Ada pula  Pelabuhan sampitan, Pagatan, Seruyan dan Bahur.

Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah ini optimis, suku Dayak akan semakin maju, jika IKN di Kalimantan.

“Kalimantan Tengah atau Kaltim yang menjadi pilihan, kita tetap bersyukur. Kita senang pemerintah  gencar mensosialisasikan, Palangkaraya atau Bukit Suharto yang akan menjadi IKN,”ujar Andrie Elia.

DR Andrie Elia SE MSi

Jika IKN di Kalteng, maka tidak akan mengganggu keberadaan penduduk asli.

Karena lokasi kota baru itu , saat ini hutan belantara tak berpenduduk.

“Tidak akan mengganggu tanah penduduk. Dan daerah ini akan menjadi otonomi khusus. Tidak akan ada benturan budaya. Kalau di Kaltim, luas hamparan untuk kawasan pembanguna IKN relatif lebih kecil. Kalteng jauh lebih besar peluangnya dilihat dari segi sejarah, sosiologis, antropologi, geologis Kalteng jauh lebih berpihak,”tandas Andrie Elia.

Ia juga menegaskan, orang Dayak harus menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan ini dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, harus membuka mindset, bukan berwawasan lokal, tapi  global. <<

Read more here: Menanti Ibu Kota Impian yang Bersih Lahir Batin 
and here: Pindah Ibu Kota : Ubah Masalah Menjadi Peluang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *