Pindah Ibu Kota : Ubah Masalah Menjadi Peluang

“Petir dalam botol.” Inilah yang biasa kami katakan di Amerika, ketika kami menangkap sesuatu yang langka. Dalam 5 tahun mendatang, Anda akan memiliki ibu kota baru di Kalimantan. Apakah Anda menyadari betapa langka dan luar biasa peluang ini?

Jakarta memiliki masalah nyata. Pertumbuhan telah eksponensial dan infrastruktur tidak cukup berperan untuk dapat mengatasinya. Sementara, Kalimantan memiliki masalah nyata. Hanya ada sedikit infrastruktur dan sebagian lahannya telah disalahgunakan. Bagian lain dari Indonesia memiliki masalah nyata. Kesenjangan yang lebar, karena peluang ekonomi selama ini terkesan hanya di Jakarta.

Kita semua akrab dengan masalahnya. Tetapi ada sesuatu yang berbeda sekarang. Anda telah memilih seorang presiden dengan visi dan kebijaksanaan yang sudah mengambil tindakan berani. Presiden Anda telah mengubah masalah menjadi peluang. Dari sudut pandang orang luar, ini lebih dari sekadar peluang. Dan itu semacam takdir.

Ini tidak semua bicara dan tidak ada tindakan. DayakDreams menyaksikan langsung ini dalam Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara yag digelar Bappenas, Rabu 26/6/2019.  Pertemuan itu adalah yang kedua dari serangkaian dan fokus pada tempat untuk menemukan ibu kota baru.

Para ahli dan cendekiawan yang dipersiapkan dengan baik ,mempresentasikan fakta angka, dan kesimpulan. Kedalaman penelitian dan pemahaman mereka terbukti. Mereka menyoroti kekuatan dan kelemahan Kalimantan Timur VS Kalimantan Tengah. Slogan mereka untuk kota baru adalah Smart, Green and Beautiful. Banyak pemikiran diberikan pada dampak ekomomis, sosial, dan lingkungan.

Cukup? Kita lihat saja nanti. Anda harus melakukan ini dengan benar. Perhatikan baik-baik semua masalah, dan bangun kota baru ini untuk mencegah terulangnya sejarah. Lakukan dengan benar dan kota baru ini akan menjadi model bagi dunia.

Beberapa hal yang terlintas dalam pikiran: Listrik bawah tanah, kabel, dan serat optik. Tidak ada tiang listrik yang jelek. Semuanya di bawah tanah. Membangun fasilitas air bersih dan pengolahan limbah terbaru. Tidak ada septic tank atau drainase terbuka. Sumber energi terbarukan, tidak ada batubara. Gunakan sebanyak mungkin bahan dan tenaga lokal. Menetapkan kode bangunan dan penggunaan lahan.

Buat undang-undang, aturan, dan kode yang melindungi warga dan lingkungan, seperti aturan untuk membuang sampah sembarangan, pembatasan pembakaran terbuka, area aman untuk pejalan kaki, tingkat kebisingan, dan kepentingan umum lainnya. Yang terpenting, menegakkan hukum. Jika Anda tidak menegakkannya secara ketat, Anda akan memiliki Jakarta kedua. <<

Read more here: Layak Kah Palangka Raya Menjadi Ibu Kota Negara ?
and here: Menanti Ibu Kota Impian yang Bersih Lahir Batin

Palangka Raya Montage from Wikipedia
Balikpapan Montage from Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *