Tanah dan Hutan Sudah Hancur, Saatnya Kalimantan Bangkit

Sebagai bagian dari NKRI, pulau Kalimantan telah memberikan sumbangsih yang tidak sedikit untuk Tanah air. Bahkan sumber daya alamnya masih terus dieksploitasi, untuk mendukung roda pembangunan di bumi Nusantara ini.

Namun, sebuah kenyataan pahit, bahwa orang Dayak tergolong kurang diperhitungkan di negeri ini.Sejak Indonesia merdeka hingga era pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini, sulit menemukan tokoh Dayak di kalangan Kementerian pemerintahan Republik Indonesia.

Melihat fenomena ini, Ketua Umum Forum Intelektual Dayak Nasional, DR. Yovinus, menyatakan keprihatinannya.

“Jumlah orang Dayak di 5 Provinsi di Kalimantan itu lebih banyak dari suku Toraja, Menado, Bali, Nias.Bangsa Dayak itu sekitar 4 juta jiwa, Menado 1,4 juta. Tapi kita kalah dalam berperan.Kiprah kita di kancah nasioal sangat kecil,” ujar Yovi.

Intelektual muda, asal Sekadau Kalimantan Barat, yang berkarir sebagai Dosen Program Pascasarjana Magister Ilmu Pemerintahan, Universitas Jenderal Achmad Yani, Bandung Jawa Barat ini, mengucapkan hal itu dalam pertemuan Forum Intelektual Dayak Nasional, yang digelar di ruang meeting hotel Trinity, Jakarta Barat,1 Juni 2019.

Hadir dalam rapat itu, para insan Dayak dari berbagai profesi dan lintas agama,didominasi dari Kalimantan Tengah yang dimotori Rektor Universitas Palangkaraya DR Andri Elia Embang.

Yovinus mengajak insan Dayak tak berkecil hati dan tetap berjuang demi menjadi suku bangsa yang lebih diperhitungkan di kancah nasional.

“Berangkat dari filosofi bahwa negara-negara dengan peradaban maju, bermula dari kehancuran terlebih dahulu. Seperti bangsa Romawi, hancur, kemudian bangkit.Atau bangsa Jepang yang bangkit dan maju setelah dibom.Jadi momentum bangsa Dayak, tanah Kalimantan habis, hutan Kalimantan habis, hancur, saatnya kita akan bangkit!”tandas Yovinus penuh semangat.

Dan Forum Intelektual Dayak Nasional, siap menggelar Rapat Kerja dan Seminar berskala Nasional, di salah satu gedung pertemuan bergengsi di Ibu Kota, dalam waktu dekat, untuk menjawab tantangan ini. Saatnya Kalimantan Bangkit! <<

Baca tentang rapat perencanaan 31 Mei

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *