Kebenaran tentang Seminar Tumbang Anoi 2019

Bagian 1 : 2 : 3 : 4

Banyak rumor telah beredar tentang kesepakatan yang dicapai di Seminar Tumbang Anoi. Waspadalah terhadap laporan yang tidak akurat yang tidak lebih dari membuat permusuhan. Ingat ini tentang perdamaian, bukan konflik. Berikut ini adalah teks persis seperti yang disajikan ke Dayakdreams.com. Berikut ini adalah salinan langsung dari isi perjanjian:

  1. Menindak lanjuti hasil musyawarah damai suku bangsa Dayak dari seluruh pulau Borneo, yang telah dicetuskan pada tanggal 24 Juli 1894 dan oleh karena itu “menetapkan tanggal 24 Juli sebagai hari perdamaian dan persatuan Dayak”./ English version: Following up on the results of the peaceful meeting of the Dayak tribes from all over the island of Borneo, which was initiated on July 24, 1894 and therefore “therefor, that July 24th as the day of peace and union of the Dayaks”
  2. Untuk memperkokoh dan menjalin silahturahmi suku bangsa Dayak, maka pada setiap tanggal 24 Juli “dijadikan Agenda Tahunan” pertemuan Dayak Borneo dan Napak Tilas Tumbang Anoi di Tumbang Anoi./ English version: To strengthen and establish the hospitality among the Dayak tribes, every July 24th is “stated as the Annual meeting Agenda” of the Dayak Borneo dTumbang Anoi back tracing expedition in Tumbang Anoi.
  3. Menuntut penetapan khusus hutan dan lahan seluas 10.000 (sepuluh ribu) hektar kepada pemerintah Republik Indonesia sebagai hutan adat dan cagar budaya rumah Betang Damang Batu./ English version: Demanding a special stipulation of forests and land area of ​​10,000 (ten thousand) hectares to the government of the Republic of Indonesia as a customary forest and cultural preserve of the Betang Damang Batu house.
  4. Mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan Tumbang Anoi “sebagai Pusat Kebudayaan Dayak sedunia”, dan meminta kepada semua Provinsi dan Kabupaten di wilayah Borneo untuk dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Pusat Kebudayaan Dayak sedunia./ English version: Proposes to the government to establish Tumbang Anoi “as the World Dayak Cultural Center”, and asks all Provinces and Districts in the Borneo region to be able to allocate a budget for the construction of the World Dayak Cultural Center.
  5. Mengingat pentingnya hutan bagi masyarakat dayak, maka menuntut pemerintah untuk moratorium pemberian ijin perkebunan kelapa sawit di pulau Kalimantan./ English version: Considering the importance of forests for the Dayak community, it demands the government to moratorium on granting oil palm plantations on the island of Borneo.
  6. Menuntut kepada Pemerintah Indonesia, agar “perubahan status kawasan hutan” (hutan lindung, Taman Nasional dan hutan produksi) harus mendapat persetujuan tertulis dari Majelis Adat Dayak Nasional (MADN)./ English version: Demand the Indonesian Government, so that “changes in the status of forest areas” (protected forests, National Parks and production forests) must obtain written approval from the National Dayak Adat Assembly (MADN).
  7. Meminta kepada Presiden Jokowi, untuk menempatkan minimal 1 (satu) orang putra putri terbaik suku bangsa Dayak untuk “duduk dalam Kabinet Kerja Jilid II” dan beberapa staf ahli presiden dari Kalimantan./ English version: Asking President Jokowi, to place at least 1 (one) the best sons and daughters of the Dayak tribe to “sit in the Volume II Working Cabinet” and some of the president’s expert staff from Kalimantan.
  8. Untuk pengembangan Sumber Daya Manusia Dayak, maka meminta kepada pemerintah Indonesia, agar “mengalokasikan anggaran yang memadai” untuk peningkatan Perguruan Tinggi Negeri di Pulau Dayak/Borneo./ English version: For the development of Dayak Human Resources, then ask the Indonesian government to “allocate adequate budgets” to increase State Universities in Dayak / Borneo Island.
  9. Kami suku bangsa Dayak mendukung secara penuh rencana Presiden Jokowi untuk “pemindahan Ibukota Pemerintahan RI” ke pulau Dayak/Kalimantan./ English version: Dayak tribes fully support President Jokowi’s plan for “the transfer of the Republic of Indonesia Capital” to the Dayak / Kalimantan islands.
  10. Menuntut pemerintah untuk membina dan mengembangkan Pertanian Tradisional Dayak di Kalimantan./ English version: Demand the government to foster and develop Traditional Dayak Agriculture in Kalimantan.

Mendesak pemerintah untuk mengembangkan potensi Komoditi lokal seperti Karet, Rotan, dan Produk-produk hutan lainnya, agar dijadikan kekuatan pembangunan Dayak./ English version: Urge the government to develop the potential of local Commodities such as Rubber, Rattan, and other forest products, to be used as the power of Dayak development.

Bagian 1 : 2 : 3 : 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *