Menyusuri Kisah Amji dari Gang 1001

Amji Atak Series: Episode 13

See all: Amji Atak Episodes

Setelah malang-melintang bertugas di berbagai pelosok Kalimantna Barat, Amji Attak akhirya ditugaskan di Ibu kota provinsi, Pontianak. Ia ditempatkan dalam jajaran MB atau Mobil Brigade (Mobrig).

Di Pontianak, Amji dan beberapa rekan polisinya, mengontrak sebuah rumah di Gang 1001, yang letaknya di dekat rumah sakit jiwa, Jalan Alianyang, Sei Bangkong.

Arsani, keponakan Amji Attak yang memberi informasi, salah satu teman satu kontrak Amji, seorang polisi berdarah Maluku, berama Jules Nussy.

Dayakdreams.com kemudian mendapatkan nomor kotak dan alamat terakhir Jules Nussy ini dari Ny. Suarsih, janda dari Suherman Kayung, Dansat Brimob Sei Raya tahun 1978.

Jules Nussy tak lagi tinggal di Gang 1001 itu. Tapi sebuah Gang bernama Bukit Sebedang , di kawasan Sei Jawi Pontianak. Dengan bantuan Googe Map, Dayakdreams menemukan alamat tersebut.

Setelah melewati jembatan yang melintasi kali/ sungai Jawi, kemudian menyusuri jalan di gang yang tergolong sempit, hanya cukup untuk kendaraan motor roda dua. Sekitar 200 meter dari seberang jalan, kami sampai di depan sebuah rumah

berdinding papan yang tampak apik, walau catnya sudah mengelupas di sana-sini. Kami diterima seorang perempuan muda. Setelah memperkenalkan diri, dan menyampaikan ingin bertemu Jules Nussy, perempuan muda itu menyalami dan menyebut namanya. “Saya Julia, putri pak Jules,”katanya seraya  menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan ramah.

Julia mengatakan, ayahnya sedang tak di rumah. Pak Jules disebut sedang berada di TPI (Tempat Pelelangan Ikan), sebuah pasar ikan di dalam pelabuhan, tepat para nelayan melabuhkan ikan hasil tangkapan mereka.

“Bapak masih rutin ke TPI. Biasanya Bapak bawa motor sendiri. Tapi sejak matanya kena Glaukoma (jenis penyakit mata), Bapak naik angkutan oplet,”jelas Julia.

Ia kemudian mencoba menghubungi sang Ayah dengan telepon genggamnya. Namun tak berjawab.

“Saya akan telepon Ibu, jika nanti Bapak beri waktu untuk bertemu ya,”ujar Julia lagi.

Kami pun kembali ke Hotel Orchad, tempat kami menginap di Jalan Gajah Mada, Pontianak, menanti jawaban dari Jules Nussy. Tak memakan waktu lama, berselang sehari, Julia memberi kabar, Jules Nussy, sahabat Amji Atak semasa di Mobrig Pontianak, siap ditemui.

Kami pun bergegas ke Gang Sebedang, disambut seorang wanita tergolong lanjut usia, namun gurat kecantikan masih melekat di wajahnya.

“Saya bertemu kemudian menikah dengan pak Jules saat usia saya masih belasan tahun, hingga kami dikarunia 7 anak,”ujar Ny Geertruida, wanita berdarah blasteran Maluku – Belanda, istri Jules Nussy, kelahiran tahun 1941.

Ayahnya, Dominggus Sihasale, tentara KIL Belanda yang menikah dengan wanita asal Jawa. Dominggus ditangkap oleh tentara Jepang dan dipenggal di Mandor, tak jauh dari Anjongan pada tahun 1940-an, ketika Indonesia dijajah Jepang.  <<

See all: Amji Atak Episodes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *