Penyusupan Pertama Detasemen Pelopor ke Irian Barat

Amji Atak Series: Episode 5

Detasemen Pelopor (Menpor) sungguh pasukan andalan. Terbukti Menpor mendapat tugas pertama untuk melakukan infiltrasi atau penyusupan ke daratan Irian Barat yang masih diduduki Belanda. Sementara Batalyon lainnya, tetap siaga di tempat , sambil menunggu perintah penyerbuan.

See all: Amji Atak Episodes

Sebelum melakukan infiltrasi itu, Menpor telah melakukan berbagai latihan. Meski dengan peralatan terbatas, seperti perahu karet dan motor tempel kutuk melakukan penyeberangan jarak jauh, sekitar 80 mil melalui laut, menantang Ards dan gelombang yang dahsyat.

Brimob anniversary date 14 november 1961

Penduduk sukarelawan di Pulau Gorom pun turut membantu membuat beberapa perahu ukuran sedang dari bahan-belahan kayu pohon Kenari. Ketika selesai pembuatan perahu, maka pada 4 April 1962, sekitar pukul 15.00 waktu setempat, berangkatlah dua buah perahu yang dilengkapi mega motor tempel merk Johnson, yang memuat 18 orang anggota Menpor Korps Brimob, salah satunya Amji Attak, di bawah pimpinan Ajun Inspektur polisi I Hudaya Sumarya dari Gorom menuju Fak-fak.

Di tengah perjalanan menuju Fak-fak itu, karena cuaca buruk serta diserang badai, mengakibatkan sebuah perahu tempel rusak. Perahu bocor serta pecah, akhirnya tenggelam. Tiada jalan lain, kecuali menyelamatkan anggota yang kemudian ditampung bergabung dalam satu perahu. Walaupun sebagian muatan termasuk perbekalan makanan harus dibuang, termasuk 1 drum bensin. Akhirnya dengan perjuangan keras, perahu kembali ke pangkalan di pulau Gorom, menghabiskan waktu 2 hari 2 malam.

Kegagalan pertama ini tidak membuat para anggota Menpor  memadai jera. Bahkan semangat Ike bertambah, ditandai dengan peningkatan berbagai latihan taktis, teknis, fisik dan mental yang lebih mantap. Bahkan kembali membuat perahu yang lebih baik kwalitasnya.

Sementara itu, terjadi penggantian pimpinan dalam lingkungan Detasemen Pelopor Korps Brimob. Inspektur Polisi I Andi Abdurrachman yang saat itu telah berpangkat AKP II, diganti dengan AKP Anton Sujarwo, seorang Perwira muda yang penuh dedikasi, semangat yang berkorbar dan tegas. Amji Attak, salah satu Menpor kesayangan Anton Sujarwo, Menpor legendaris kebanggaan Brimob dan Kepolisian Republik Indonesia.

AKP Anton Sujarwo

Pada 13 Mei 1962, Anton Sudjarwo memberi perintah kepada para anggotanya, untuk melakukan kembali percobaan pendaratan kedua di Fak-Fak. Maka, dengan menggunakan sebuah perahu besar berlayar, dilengkapi dengan dua buah motor tempel Johnson, memuat puluhan anggota Pelopor Korps Brimob. Di bawah pimpinan Aipda Sumarno, mereka berangkat lagi mencoba kesempatan kedua, mengarungi lautan dari Gorom menuju Fak-Fak.

Pasukan membawa perbekalan logistik berupa 1 drum bahan bakar bensin, 2 mesin tempel Johnson berkekuatan 150 PK, satu karung sagu siap saji, peralatan PHB GRC-9, obat-obatan, pamflet selebaran, senjata laras panjang jenis AR 15 dan Revolver, Suraat tugas, Peta Irian Barat bekas Perang Dunia kedua.

Dutch Destroyer Groningen

Pasukan Menpor sudah hampir tiba di daratan Irian Barat pada pukul 05.00 subuh. Namun, sebelum mereka berhasil menjejakkan kaki pada sasaran yang dituju, sekitar setengah jam kemudian, terlihat dua kapal destroyer dan sebuah kapal penjelajah Belanda (Groningen, Uthrech, Lisabon) bergerak menuju ke arah mereka. Menpor dikepung.

Dutch Destroyer Uthrech
Dutch Cruiser Lisabon

Praktis tak ada  kesempatan untuk melarikan diri, ketika pihak musuh memberondong dengan tembakan peringatan.  Namun , berbekal semangat juang pantang menyerah,kendati sudah terkepug, pasukan Menpor berusaha untuk menerobos kepungan tersebut, melalui celah-celah kapal musuh  <<

See all: Amji Atak Episodes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *