Polisi Muda dan Sang Jenderal Dayak

Berlebaran di Jakarta kali ini menjadi pengalaman tersendiri bagi banyak polisi muda seperti Bripda Oky dan Bripda Asep Hidayat,berada jauh dari keluarga di kampung halamannya.Keduanya merupakan bagian dari 640 personel gabungan Brigade Mobil (Brimob) dan Direktorat Samapta Polda Kalimantan Barat, yang ditugaskan mengamankan penetapan hasil Pemilu 2019.


“Asep tugas di Jakarta sampai tanggal 30 Juni Kak,” demikian Asep menulis pesan di WA pada Dayakdreams.com.

Asep dan 7 rekannya yang lain, para polisi muda dari Polres Sanggau, bertugas di Polres Jakarta Timur, saat penetapan hasil Pemilu, Jakarta 22 Mei lalu. Seminggu kemudian, mereka mendapat giliran tugas di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Saat hari Lebaran tiba,Dayakdreams mengajak 8 polisi muda dari kabupaten Sanggau ini bersilaturahmi ke rumah seorang Jenderal Dayak. Ia, Irjen pol (purnawirawan) Dinar, yang telah 35 tahun mengabdikan dirinya sebagai Bhayangkara.

Irjen Dinar, adalah segelintir orang Dayak Kalbar yang berhasil mencapai pangkat jenderal dalam karier sebagai polisi. Selain H. Dinar, di antaranya Irjen Pol (purn) Tommy Sagiman, dan Brigjen Pol (purn) Damianus Jackie.

“Banyak pemuda Dayak tidak lulus Akmil,Akpol atau gagal masuk SPN Bintara dengan alasan mereka paru-paru basah, karena banyak minum minuman keras seperti arak,”tutur H. Dinar, saat menerima prajurit-prajurit muda ini, berlebaran di rumahnya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, 5/6.

Ketika menjadi Kepala SPN, saat itu ia berpangkat AKBP, Letnan Kolonel Polisi, H Dinar mengumpulkan tokoh-tokoh adat Dayak.Mereka berdiskusi mengapa orang Dayak sulit untuk menjadi polisi atau prajurit.

“Mengapa sulit bagi orang Dayak muda untuk menjadi polisi atau tentara?”

“Dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh adat Dayak saya sampaikan hal itu. Agar kita mempersiapkan SDM , sumber daya manusia Dayak untuk menjadi tentara, polisi. Alhamdulilah, tahun demi tahun,anak-anak muda banyak yang masuk bintara, dan mudah-mudahan bisa dipertahankan, dan ditingkatkan, agar kita tidak kalah denga suku-suku lain,”ujar H. Dinar.

Jenderal kelahiran kampung Anik,Kabupaten Landak, Kalbar ini memberi contoh. Ketika Akademi Kepolisian memberi kuota 200 taruna,provinsi Sumatera Utara bisa meloloskan 200 taruna.

“Kalimantan dengan 5 provinsi saja masih kalah. Kita tinggalkan sikap pemalu ya g melekat pada orang Dayak. Karena selama inni  banyak di antara pemuda Dayak itu,belum maju ke arena saja, sudah merasa banyak kekurangan, kurang percaya diri. Ayo kita manfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah ini,”kata Jenderal Dinar dengan mata berbinar.

Sang putra bungsu, buah pernikahannya dengan Ika Gemar, juga menjadi perwira polisi, Kapten Pol. Denny Dinar. Saat ini bertugas di Polres Padang, Sumatera Barat.

Baca dua bagian tambahan untuk cerita ini:

Prajurit-prajurit Berwajah Cina Itu
Sepekan Baru Bisa Ganti Pakaian Dalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *