Sepekan Baru Bisa Ganti Pakaian Dalam

Pihak kepolisian mengerahkan sekitar 50 ribu personel gabungan TNI-Polri dan pemda untuk mengamankan penetapan pemenang pemilihan umum pada Rabu 22 Mei hingga Juni 2019. Mereka disebar untuk berjaga-jaga di objek-objek vital, hingga pusat keramaian, dan pusat perbelanjaan  di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.


“SPRINT-nya mendadak beredar di group WA, siapa yang mau ikut tugas mengamankan KPU 22 Mai,” tutur Bripda Oky, yang ditunjuk reka-rekannya sebagai juru bicara memenuhi wawanvara dengan Dayakdreams.com.

Maka para pemuda yang berusia 20-an ini pun mengajukan diri untuk ikut serta bertugas di Ibukota negara,nun jauh dari kediaman mereka di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

“Jujur saja,selain ingin membuktikan pengabdian pada negara, saya juga ingin naik pesawat gratis. Ini pengalaman pertama naik pesawat, lagsung ke Jakarta pula,”ujar Oky,alumni Sekolah Polisi Nasional(SPN) Pontianak sekarang namanya SPN Kalbar.

Turun di Bandar udara Soekarno Hatta, personel dari Polda Kalbar langsung ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara.

“Kita standby dan kemudian ditugaskan di Polres Jakarta Timur,”ujar Oky.

Ia dan kawan-kawannya sekitar seminggu bertugas di Gelanggang Olahraga (GOR) Otista, Jakarta Timur.

“Kebetulan kita baru tahu di situ basecampnya FPI, rawan kerusahan dan tawuran antar kampung,” cerita Oky.

Asep Hidayat pun bercerita, bagaimana kerusuhan sudah merebak di sekitar Otista sejak dinihari pada 22 Mei lalu. Tampak sebagian warga bersiap untuk bergerak menuju geudng KPU dan Bawaslu, Jakarta Pusat.Para polisi muda inilah yag menghadang agar mereka tak bisa keluar dari wilayah mereka.

“Tugas kita  sebagai sekat pembatas,agar tidak semua bergerak ke KPU. Pas mereka mau bergerak ke sana, kita tahan,”cerita Oky.

Praktis selama seminggu bertugas di sana, Oky, Asep dan kawan-kawanya para prajurit muda , hanya tidur beralas matras gulung di dalam GOR Otista. Tak hanya berkawan nyamuk, mereka pun harus betah tak berganti pakaian selama sepekan itu.

“Benar-benar selama hampir seminggu itu kita gak ganti baju dan pakaian dalam. Setelah 4 hari, agak ada sedikit waktu renggang,kita pamit pada komandan untuk beli pakaian dalam di Indomaret terdekat,”kenang Oky.

Rasa lelah diakui Asep dan kawan-kawannya, kerap memicu emosi jiwa muda mereka.

Namun mereka selalu ingat bekal pesan dari atasan mereka di Polres Sanggau dan Polda Kalbar. Agar mereka selalu menahan emosi dan etika dalam menghadapi masyarakat Jakarta.

Oky dan kawa-kawannya, selalu menerapkan semboyan yang telah dicanangkan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, ‘Polda Kalbar Berkibar Mari Berkinerja dengan Benar’.

“Kita bersentuhan langsung dengan masyarakat. Saat mereka melempari kita dengan batu, kayu, bahkan mercon hampir kena wajah,di situlah kita ingin meledak rasanya, apalagi jiwa kita masih muda.Sementara kita hanya pakai tameng dan tongkat,tak ada yang pakai senjata tajam,”kenang Oky.

Selain dari Kabupaten Sanggau, Polres Kabupaten Landak juga ikut mengirim para Bhayangkara muda dalam misi pengamanan di Jakarta ini. Mereka adalah Brigadir Johanes, asal Ngabang Kab. Landak, Brigadir Yokapat asal Darit Kab Landak, Brigadir Rinto asal Darit Kab. Landak, Briptu Aloysius Albert asal Anjungan Kab Mempawah, Briptu Mustang asal Pakkadu kab. Mempawah, Briptu Ayustinus, asal Marinso Menjalin Kab. Landak, Briptu Robert, asal Kab. Sanggau, Briptu Jhon Dheker asal Darit Kab. Landak, Bripda Jeksen asal Sajingan Kab. Sambas, dan Bharatu Arif asal Takong Kab. Mempawah.

Untuk mengobati kerinduan pada kampung halaman, mereka menyempatkan diri mendengarkan lagu Jonggan khas Dayak Kenayant, di sela tugas menjaga gedung KPU beberapa waktu lalu.

Sebagai pelayan masyarakat, polisi kerap kebagian tugas menangani yang “kotor-kotor”. Tangkap penjahat, tangkap pelanggar lalu lintas, tangkap pencopet, pencuri, penipu, dan hal-hal buruk lainnya. Maka polisilah yang dicerca, dicaci-maki, karena mereka yang bertugas menmbersihkan para empunya ‘tangan-tangan kotor” itu. Bravo polisi ! <<

Baca dua bagian tambahan untuk cerita ini:
Polisi Muda dan Sang Jenderal Dayak
Prajurit-prajurit Berwajah Cina Itu

SHARE THIS PAGE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *