Menjadi Suster, Apakah Sebuah Pelarian?

Doa Rosario di bulan Maria hari ke-17, terasa lebih hikmad petang itu. Biasanya dipandu oleh tuan rumah, tapi khusus malam itu, dipimpin langsung oleh seorang Suster.

   Sekitar 37 Suster dan Frater melaksanakan Cilangkap Live in dan Expo Panggilan pada 17-19 Mei 2019 di Paroki St Yohanes Maria Vianney, Jakarta Timur. Para rohaniwan dan rohaniwati ini disebar di berbagai Lingkungan di Paroki ini. Untuk Lingkungan RK Sanjaya yang letaknya paling dekat dengan gereja, mendapat berkat kedatangan tamu seorang suster dan satu orang Frater. Suster Vianney ADM menginap satu malam di rumah keluarga ibu Maria Sri Yuwono, dan Frater Heribertus Ola di rumah keluarga pak Edy Yunarko.

“Sungguh sebuah berkat, rumah kami dikunjungi seorang Rohaniwan atau Rohaniwati,”ujar Bu Sri Yuwono sumringah bahagia.

Walau ini bukan pengalaman pertama keluarga ini mendapat tamu para Rohaniwan. Karena semasa sang suami, pak Sri Yuwono (alm) masih hidup, sempat berbakti sebagai Ketua Lingkungan RK Sanjaya.

Usai Doa Rosario, Sr. Vianney ADM, berbagi pengalamannya yang menginspirasi bagi umat yang hadir malam itu. Dengan sabar, sang Suster menjawab berbagai pertanyaan umat yang diajukan padanya. Dari pertanyaan lugu hingga yang serius.

“Kapan Suster merasakan panggilan menjadi biarawati?” tanya seorang ibu muda, Novie Leo Mangintahan.

Suster Vianney bertutur, ia mulai tertarik menjadi seorang biarawati sejak ia duduk di bangkus kelas 4 Sekolah Dasardi kampung halamannya.

“Saya melihat suster-suster tampak cantik dengan busana-busana mereka yang anggun,”ujar Sr. Vianney.

Sr Vianney, putri kedua dari 4 bersaudara, dibesarkan dalam keluarga Katolik di Kutoarjo, Jawa Tengah.

“Nama baptis saya Lusia, dan nama kecil saya Widiarti. Setelah saya diterima di Kongregasi suster-suster Amalkasih Darah Mulia (ADM), nama saya menjadi Sr. Vianney,”ungkapnya.

Suster Vianney juga ditodong pertanyaan apakah pernah digoda pria dan bagaimana mengatasinya. Sang Suster bertutur, suatu kali ketika ia menumpang sebuah taksi online, pak supir mengajukan sebuah pertanyaan padanya.

“Mengapa suster memilih tidak menikah? Apakah hanya sebagai pelarian?”

Dengan meyakinkan Suster Vianney mengatakan ini adalah panggilan. Dengan pilihan tidak terikat kepada siapapun dan apapun secara duniawi, ia memiliki kebebasan hati karena hidupnya diserahbaktikan kepada Allah.

“Saya merasakan kebahagiaan dengan memilih lepas bebas pada hal-hal duniawi dan fokus perhatian hidup bagi Allah dan sesama,”ujar Sr. Vianney.

Sr Vianney menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya. Ujud bukti ia adalah mempelai Allah, seperti Bunda Perawan Maria.

Pada pengujung pertemuan, Sr Vianney mengajak umat membacakan Doa Permohonan kepada Darah Mulia.

Darah Mulia Yesus Kristus, yang ditumpahkan untuk menyatakan kerahiman

dan kemurahan, pandanglah kami di sini. Siramilah pikiran kami, perbuatan kami, kehendak kami, ingatan kami, keinginan kami, kecenderungan hati kami, dan indera kami. Cucilah dan bersihkanlah, karena semuanya bernoda. Sembuhkanlah karena semuanya sakit. Ubahlah segala-galanya dengan kekuatanMu yang kuasa,

supaya kami dapat bersatu dengan Engkau. O..kemurnian yang tak terhingga, hidupkanlah kami, dan selamatkanlah kami. Amin

Following Suster Vianney prayer, Our church family enjoyed each others company.

Thank you Suster Vianney for your time and devotion. I it an honor for DayakDreams.com to make this article.
SHARE THIS PAGE

One Reply to “Menjadi Suster, Apakah Sebuah Pelarian?”

  1. Terimakasih….
    Semoga umat semakin mngenal kehadiran Suster-suster ADM dan kawula muda smkn tergerak hatinya untuk mengenal Kristus dari dekat.
    Silakan datang ke biara kami :
    SUSTERAN ADM
    Jl. Laut Arafuru Blok B II /2
    Jakarta Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *