Banyak Cowok Ganteng, Pacarnya Tampan di Midsommarfist Chicago

Penduduk Chicago kerap dijuluki sebagai masyarakat ter’liar” dan kreatif di Amerika. Kreativitas “gila-gilaan”  Chicago itu paling tidak terlihat dalam festival jalanan legendaris, Midsommarfest  yang digelar di kawasan Andersonville, Chicago Utara, 10 Juni 2022 hingga 12 Juni 2022. Pesta Summer, walau tetap sejuk dihembus angin 20 derajat Celcius, membuat pengunjung tak kepanasan seperti di Jakarta.

English translation below

Midsommarfest adalah festival jalanan musim panas tahunan Andersonville, sekarang memasuki tahun ke-56. Tiga hari di akhir pekan itu, warga Chicago antusias menyambangi pesta musim panas paling beragam, yang menyediakan lebih dari 50 pertunjukan musik langsung di tiga panggung. Festival ini juga mencakup vendor, makanan, aktivitas anak-anak, dan tradisi budaya Swedia.

Pindah Setelah Kebakaran Chicago

Pada tahun 1850, hanya ada kebun Ceri di Andersonville, utara kota Chicago. Sejarah mencatat, antara tahun 1750 dan 1850, sekitar 1,3 juta orang Swedia pindah ke Amerika Serikat. Emigrasi besar-besaran ke Amerika ini menjadi solusi rakyat salah satu negara Skandinavia di Eropa Utara, berbatasan dengan Norwegia dan Finlandia ini melepaskan diri dari perang pemberontakan dan kelaparan.

Pada tahun 1854, para  emigran Swedia ini membangun sekolah dasar di Andersonville sampai tahun 1908. Hingga awal abad ke-20, jumlah orang Swedia yang memilih tinggal di Chicago bahkan lebih banyak dari pada di Gothenburg, kota terbesar kedua di Swedia dan kelima terbesar di antara negara Nordik. Kota ini terletak di Kattegat, pantai barat Swedia. Kattegat mengingatkan pada nama kerajaan dalam film Viking yang populer di Netflix.

B52s cover band

Setelah kebakaran besar Chicago  pada 1871, pemerintah melarang bangunan dengan kayu berdiri di kota Chicago.Sejak itu imigran Swedia berduyun pindah ke Andersonville untuk membangun rumah kayu di sepanjang jalan Clark. Dan berbagai usaha pun  berkembang di sana,  ada yang membuka  toko makanan, toko roti,  toko perangkat keras, toko sepatu, pandai besi, perusahaan properti, berdiri pula gereja lokal.

Dan asosiasi bisnis jalanan uptown Clark memperbarui komitmennya terhadap warisan Swedia dengan menamai dirinya Kamar Dagang Andersonville pada tahun 1964.

Menandai titik balik matahari musim panas dan untuk menghormati tradisi Swedia, Midsommarfest dirayakan untuk pertama kalinya  pada 1965 di lingkungan Andersonville. Semakin lengkap kala Kurt Mathiasson membuka Museum Amerika Swedia di kawasan ini pada 1976. Museum ini didedikasikan ulang oleh Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia di lokasinya saat ini, 5211 North Clark Street pada  1988.

Cowok Ganteng Pacarnya Tampan

Setiap tahun, hampir 50.000 orang berduyun-duyun ke Clark Street dari Foster ke Catalpa untuk menikmati musik, tarian, hiburan anak-anak, dan makanan lezat selama dua hari. Penjual dari seluruh wilayah menjual barang dagangan mereka kepada orang yang lewat, sementara kelompok tari etnik dan band mutakhir membuat pesta tetap berlangsung meriah.

“Lahir dari warisan Swedia,  Andersonville Midsommarfest akan membawa Anda kembali ke tradisi dunia lama Swedia. Menarilah di sekitar Maypole, cicipi makanan internasional yang beraroma dan Anda dapat merasakan semuanya tanpa menggunakan paspor! Plus, kegiatan ramah keluarga akan memungkinkan anak-anak dari segala usia untuk menikmati parade hewan peliharaan dan melukis wajah, sambil menikmati akhir pekan bulan Juni yang indah!”seru pemandu acara dari atas panggung Swedia tak jauh dari Swedish American Museum.

Terlihat  sebuah grup band mengiringi seorang wanita vokalis menyanyikan lagu Dancing Queen, hit nostalgianya ABBA, grup musik yang mengusung genre pop dan disco terkenal asal Swedia pada era 70an dan 80an. ABBA dari nama empat anggotanya,  Agnetha Faltskog, Bjorn Ulvaeus, Benny Andersson dan Anni-Frid Lyngstad. Para penonton pun kegirangan, menari-nari di depan panggung Swedia itu. Uniknya jarang terlihat pasangan berlawanan jenis menari, justru sesama pria saling bergandengan bahkan berpelukan mesra.

Ya, festival di Andersonville ini boleh disebut sebagai pesta reuni kaum LGBTQ+Chicago. Terlihat banyak pria ganteng, menggandeng pasangannya yang tak kalah tampannya.  Tampak berkibar beberapa bendera pelangi LGBT. Juga ada kuda poni simbol kekuatan lesbian.

“Dalam 10 tahun terakhir, Andersonville telah mengalami pertumbuhan dan keragaman yang signifikan. Ini menarik komunitas LGBTQ besar, banyak di antaranya pergi ke Lakeview mencari lingkungan yang lebih tenang,” ujar Diane Mikutis, yang hari Minggu itu datang bersama Nicci Lyons, pasangan lesbiannya.  Keduanya menjalankan usaha menyewakan beberapa apartemen di jalan West Pratt Blvd, tak jauh dari tepi danau Michigan yang indah itu.

Sejarah mencatat, pada tahun 1990, saat toko buku pertama wanita dan  anak-anak mulai hadir di  ke Andersonville, menarik lebih banyak lesbian dan queer pindah ke kawasan yang yang bangunan dibangun apartemen ini. Hingga kemudian Andersonville boleh dibilang sebagai lingkungan tempat perlindungan bagi komunitas LGBTQ+ di Chicago. Mereka pun menjadi bagian dari pelaku aneka ragam usaha di kawasan hunian yang nyaman di Andersonville ini.

Lepas dari pro dan kontra masalah LGBT, studi Andersonville yang diterbitkan pada tahun 2004 menunjukkan bahwa uang yang dihabiskan dalam bisnis lokal, beredar di masyarakat, lebih banyak daripada uang yang dihabiskan di toko berantai.

“Usaha kecil adalah sumber kehidupan komunitas kami. Sejak pandemi dimulai, kami telah menemukan betapa pentingnya belanja lokal sebenarnya. Tanpa bisnis lingkungan ini, kami kehilangan rasa kebersamaan kami, “ujar Hallie Bordon, pemilik  usaha Milk Handmade, salah satu vendor Midsommarfest.

Wanita ini memulai usahanya sejak 2012,  dengan menjual produk perawatan diri, pakaian, perhiasan, dan aksesori  yang ia rancang sendiri dan dibuat secara lokal. Hallie pernah dinobatkan sebagai desainer lokal terbaik di Chicago Reader’s Best of Chicago pada tahun 2020.

Sebelumnyam Andersonville dinobatkan sebagai distrik bersejarah komersial nasional oleh pemerintah negara bagian  Illinois pada 2010. Setelah Andersonville merayakan 50 tahun Midsommarfest pada 2015, setahun berikutnya aliansi komunitas keberlanjutan Andersonville dianugerahi penghargaan keberlanjutan oleh Gubernur Illinois.

“Pengujung festival disaranka memberi sumbangan $10 dan semua hasilnya akan disumbangkan ke Kamar Dagang Andersonville. Uang yang terkumpul di Midsommarfest digunakan untuk mendukung program dan acara di Andersonville selama sisa tahun ini, termasuk Akhir Pekan Seni Andersonville, acara liburan, penjualan di trotoar, dan layanan dukungan untuk menjaga bisnis lokal yang luar biasa tetap sehat dan kuat,”  ungkap StarEvents, produser acara di Chicago yang mengorganisir Midssommerfest 2022 ini.  <<<

Christina Lomon with husband Michael
English Version

Lots of Handsome Guys With Handsome Boyfriends at Midsommarfest — Chicago

Chicagoans are often dubbed the “wildest” and creative people in America. Chicago’s “crazy” creativity is at last seen in the legendary street festival, Midsommarfest, which was held in the Andersonville area, North Chicago, June 10, 2022 to June 12, 2022. Summer parties, although still cool in the 20 degrees Celsius wind, kept visitors from getting too hot. like in Jakarta.

Midsommarfest is Andersonville’s annual summer street festival, now in its 56th year. Three days of the weekend, Chicagoans were enthusiastic about the summer’s most diverse party, featuring more than 50 live music performances on three stages. The festival also includes vendors, food, children’s activities and Swedish cultural traditions.

Moving After the Chicago Fire

In 1850, there was only Cherry Orchard in Andersonville, north of Chicago. History records that, between 1750 and 1850, about 1.3 million Swedes moved to the United States. This massive emigration to America became the solution for the people of one of the Scandinavian countries in Northern Europe, bordering Norway and Finland to escape the war, rebellion, and famine.

In 1854, these Swedish emigrants built an elementary school in Andersonville until 1908. Until the early 20th century, even more Swedes chose to live in Chicago than in Gothenburg, Sweden’s second largest city and fifth largest among the population. Nordic country. It is located on Kattegat, on the west coast of Sweden. Kattegat is reminiscent of the royal name in the popular Viking film by the History Channel.

After the great Chicago fire in 1871, the government banned wooden buildings from standing in the city of Chicago. Following that, Swedish immigrants flocked to Andersonville to build wooden houses along Clark Street. Various businesses soon developed there, some have opened a food shop, a bakery, a hardware store, a shoe shop, a blacksmith, a property company, and churches.

Clark’s street business association renewed its commitment to Swedish heritage by renaming itself the Andersonville Chamber of Commerce in 1964.

Marking the summer solstice and in honor of Swedish tradition, Midsommarfest was celebrated for the first time in 1965 in the Andersonville neighborhood. It was even more complete when Kurt Mathiasson opened the Swedish American Museum in the area in 1976. The museum was rededicated by King Carl XVI Gustaf of Sweden at its current location, 5211 North Clark Street in 1988.

Handsome Boys with Handsome Girlfriends

Every year, nearly 50,000 people flock to Clark Street from Foster to Catalpa for two days of music, dancing, children’s entertainment and delicious food. Vendors from across the region sell their wares to passersby, while ethnic dance groups and cutting-edge bands keep the party going.

“Born of Swedish heritage, Andersonville Midsommarfest will take you back to Sweden’s old world traditions. Dance around Maypole, taste flavorful international food and you can taste it all without using a passport! Plus, family-friendly activities will allow kids of all ages to enjoy the pet parade and face painting, all while having a wonderful June weekend!” exclaims the host from the Swedish stage not far from the Swedish American Museum.

A band accompanies a female vocalist singing the song Dancing Queen, the nostalgic hit of ABBA, a music group that carries the popular disco and pop genres from Sweden in the 70s and 80s. ABBA is named after four of its members, Agnetha Faltskog, Bjorn Ulvaeus, Benny Andersson and Anni-Frid Lyngstad. The audience was overjoyed, dancing in front of the Swedish stage. Uniquely, it is rare to see couples of the opposite sex dancing, in fact, fellow men holding hands and even hugging each other affectionately.

Yes, this festival in Andersonville can be called a reunion party for the LGBTQ+Chicago people. Seen many handsome men, holding their partners who are not less handsome. Several LGBT rainbow flags were seen flying. There is also a pony symbol of lesbian power.

“In the last 10 years, Andersonville has experienced significant growth and diversity. It attracts a large LGBTQ community, many of whom go to Lakeview seeking a quieter environment,” said Diane Mikutis, who that Sunday came with her partner Nicci Lyons. The two run a business that rents out apartments on West Pratt Blvd, not far from the shores of beautiful Lake Michigan.

History records that in 1990, when the first women’s and children’s bookstore began to appear in Andersonville, it attracted more LGBTQs to move into the area where the apartment building was built. Until then Andersonville can be regarded as an environment of refuge for the L . community

Leave a Reply

Your email address will not be published.